JawaPos Radar

Ratusan Pengungsi Palu Kembali Mendarat di Malang, 6 Kondisi Sakit

05/10/2018, 22:04 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Ratusan Pengungsi Palu Kembali Mendarat di Malang, 6 Kondisi Sakit
Arus pengungsi dari Palu yang tiba di Lanud Abdulrachman Saleh, beberapa waktu lalu. (Tika Hapsari/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Gelombang pengungsi dari Palu, Sulawesi Tengah kembali berdatangan ke Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jumat (5/10). Mereka diangkut menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU.

Total ada 479 pengungsi dari Palu yang diterbangkan ke Lanud Abdulrachman Saleh. Penerbangan dibagi menjadi tiga shortie. 

Shortie pertama dengan nomor lambung Hercules A 1331 mengangkut 182 penumpang. Mereka mendarat pukul 15.47. 

Berdasarkan data yang dikantongi JawaPos.com, para pengungsi ini berasal dari Lamongan, Tuban, Sidoarjo, Jakarta, Surabaya, Malang dan beberapa daerah di Jawa Barat dan Jawa Timur. 

Tak berselang lama, pada pukul 16.25, pesawat Hercules dengan nomor lambung A 1333 membawa 114 penumpang. Mereka berasal dari Banyuwangi, Klaten, Bogor dan Situbondo. 

Hercules ini mengambil rute Palu, Makassar, Bali dan Malang. Mereka membawa 114 penumpang. 

Rupanya hari ini penerbangan Hercules TNI AU cukup padat. Mereka membawa penumpang dengan tiga shortie. Pukul 16.50, kembali membawa pengungsi dari Palu. Jumlahnya 183 orang. 

Penumpang di shortie tiga yang terbang dengan Hercules bernomor lambung A 1337 melalui rute Palu, Balikpapan dan mendarat di Abdulrachman Saleh. 

Kadisops Lanud Abdulrachman Saleh Kolonel (Pnb) Reza Sastra Negara, menjelaskan, total sudah ada sekitar 1.500 pengungsi dari Palu. Angka ini merupakan jumlah total pengungsi Palu yang diterbangkan menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU. 

"Hampir setiap hari kami membawa pengungsi dari Palu untuk kembali ke kampung halamannya. Hari ini saja tiga penerbangan," kata Reza, kepada JawaPos.com, Jumat (5/10). 

Reza menjelaskan, dari ratusan pengungsi yang pulang dari Palu mayoritas dalam kondisi sehat. Namun, ada enam yang kurang sehat. 

Rinciannya, empat orang merupakan pasien tidur atau ditidurkan di tandu. Sedangkan dua diantaranya menggunakan kursi roda. 

"Umumnya dalam kondisi kelelahan dan karena sudah sepuh. Mereka tidak perlu dirawat di rumah sakit. Setelah dirawat oleh tim medis, sudah bisa dipulangkan ke kampung halaman," imbuh dia.

Ditambahkan Reza, Lanud Abdulrachman Saleh tidak hanya menyediakan tumpangan pesawat sesuai dengan petunjuk pimpinan. Namun juga ketika pengungsi tiba, mereka sudah menyiapkan konsumsi. Kemudian, ketika akan kembali ke kampung halamannya menggunakan bus yang sudah disediakan, juga diberikan konsumsi. 

Untuk hal ini, para ibu yang tergabung dalam PIA Ardhyagarini bertugas untuk menyiapkan. 

(tik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up