JawaPos Radar

Anggota DPRD Fraksi PDIP Hasil PAW Tak Paham Konsep APBD

05/10/2018, 21:59 WIB | Editor: Budi Warsito
Anggota DPRD Fraksi PDIP Hasil PAW Tak Paham Konsep APBD
Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur, Sri Untari (jilbab ungu) saat memberikan pengarahan kepada anggota DPRD baru dari fraksi PDIP. (Fiska Tanjung/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Dewan Perwakilan Daerah (DPR) PDI Perjuangan (PDIP) menggelar pemaparan melibatkan beberapa anggota DPRD Kota Malang dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) hasil pergantian antar waktu (PAW). Hal itu dilakukan, agar kadernya tersebut memahami konsep Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Karena belum terlalu memahami persoalan itu, orang anggota DPRD hasil PAW itu pun harus dituntun terlebih dahulu. Dengan begitu, kedepan mereka memahami bahasan yang termasuk krusial di dewan tersebut.

Pertemuan tersebut dilakukan sesaat sebelum digelarnya rapat paripurna. Untari mengatakan, dirinya memberikan pengetahuan tentang pemerintahan kepada para anggota dewan yang baru tersebut.

"Kami sampaikan jika kami akan mengawal ketat, membimbing, mengarahkan, dan memberikan pengetahuan tentang pemerintahan kepada mereka. Karena harus dimaklumi, mereka merupakan orang yang baru dan tidak pernah bersentuhan dengan hal-hal seperti ini, sehingga kami punya kewajiban, saya selaku sekretaris untuk selalu bimbing," ujarnya Jumat (5/10).

Untari menyampaikan, dari pertemuan tersebut, rupanya rata-rata anggota dewan baru dari fraksi PDIP masih belum memahami secara betul mengenai APBD. "Mereka belum paham konsep APBD. Akhirnya saya pahamkan konsep itu ada pendapatan, ada belanja, pembiayaan. Itu konstruksi yang harus dihafalkan oleh seorang anggota dewan," tuturnya.

Dia mengungkapkan, pihaknya menginginkan agar seluruh anggota fraksi PDIP bisa betul-betul memahami kemauan rakyat Kota Malang. "Karena mereka dilantik untuk jadi anggota dewan itu adalah bisa mengalokasikan, memikirkan, mengambil policy yang bersifat untuk mengambil kepentingan kesejahteraan rakyat," terangnya.

Menurutnya, kegiatan seperti ini sebagai salah satu cara untuk memoles para anggota dewan baru ini. Meskipun, nantinya mereka hanya akan menjabat selama kurang lebih 1 tahun saja.

"Salah satu cara moles seperti ini, selain bimtek di partai, secara periodik akan dilakukan mendatang. Terutama saat akan pembahasan APBD, KUA PPAS APBD seperti ini, saya harus kawal mereka agar mereka bisa jadi partner yang baik dan tepat untuk eksekutif, dalam tujuan untuk Kota Malang," paparnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Fraksi PDIP Perjuangan telah memiliki 9 anggota DPRD baru hasil PAW yang dilakukan pada 10 September 2018 lalu. Mereka merupakan pengganti dari anggota dewan sebelumnya yang terjerat kasus dugaan suap pembahasan APBD-P Kota Malang Tahun Anggaran 2015. Kesembilan orang tersebut diambil dari dapil dengan perolehan suara terbanyak dibawah anggota dewan yang diganti.

(fis/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up