JawaPos Radar

TNI AU Bantah Wilayah Natuna Disusupi Pesawat Tempur Asing

05/10/2018, 21:27 WIB | Editor: Yusuf Asyari
TNI AU Bantah Wilayah Natuna Disusupi Pesawat Tempur Asing
Ilustrasi (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Dua pesawat tempur asing dikabarkan terbang di atas Pulau Natuna, Kamis (4/10). Namun hal tersebut dibantah Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara, Marsekal Pertama Novyan Samyoga.

"Berita kejadian pelanggaran wilayah udara di perbatasan dengan Singapura yang diintercept oleh pesawat-pesawat TNI AU, kurang tepat," tegasnya kepada JawaPos.com, Jumat (5/10).

Dia menerangkan bahwa kejadian sebenarnya adalah pesawat tersebut merupakan pesawat komersil milik negara lain. Mereka melewati rute tersebut tanpa tahu adanya latihan rutin TNI AU.

Sehingga, lanjut Novyan, ketika pesawat-pesawat milik TNI AU mendekati  perbatasan, pesawat komersial tersebur telah meninggalkan wilayah perbatasan dengan sendirinya.

"Tanpa ada campur tangan TNI AU. Artinya, tidak ada kegiatan interception," tegasnya.

Sebelum itu diberitakan bahwa ada dua pesawat tempur tak dikenal terbang di atas Pulau Natuna, Kamis (4/10). Beruntung dua jet tempur F-16 segera bisa mengusir mereka.

Kabar itu disampaikan oleh Danlanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru Marsekal Pertama Ronny Irinanto Moningka setelah peringatan HUT TNI ke-73, Jumat (5/10). Ronny mengatakan, pergerakan dua pesawat tempur itu diketahui setelah pihaknya menerima informasi dari Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional (Pangkosekhanudnas) III.

Oleh Panglima Pangkosekhanudnas III, informasi itu diteruskan kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Kemudian pasukan Lanud Roesmin Nurjadin langsung terbang ke Natuna.

"Jadi kami diperintahkan untuk menyergap. Kami meng-airborne dua F-16, ada sasaran di Natuna," jelas Ronny kepada wartawan, Jumat (5/10).

Begitu sampai dua jet pejaga kedaulatan Indonesia itu terbang di langit Natuna, dua pesawat tempur asing tersebut langsung kabur. Setelah pergi, pasukan Lanud Roesmin Nurjadin tetap berpatroli di  wilayah paling utara dari Selat Karimata tersebut. "Ketika kami mendekat, mereka mungkin juga tahu dari radarnya. Kami tetap patroli sampai sore, memastikan mereka tidak masuk lagi," lanjut Ronny. 

(dna/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up