JawaPos Radar

Pencarian Korban Bencana Palu dan Donggala Berakhir 3 Hari Lagi

05/10/2018, 20:30 WIB | Editor: Imam Solehudin
Gempa Sulawesi Tengah
Salah satu daerah di Sulawesi Tengah yang terkena dampak guncangan gempa dan tsunami 28 September lalu. (ACT/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Masa tanggap darurat bencana gempa disertai tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9) berlangsung selama 14 hari sejak kejadian, atau tepatnya akan berakhir pada pekan depan. Namun, waktu pencarian korban hanya akan dilakukan dalam 10 hari.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, sesuai prosedur Basarnas, pencarian korban seharusnya dilakukan selama tujuh hari. Dalam bencana kali ini, ada penambahan waktu hingga tiga hari.

“Itu sesuai dengan mekanismenya. Karena dalam proses pencarian, di atas 10 hari korban diperkirakan sudah meninggal dunia,” ujarnya saat menggelar konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Jumat (5/10).

Sementara itu, masa tanggap darurat bisa diperpanjang sesuai dengan arahan dan koordinasi dari kepala daerah.

“Memang masa tanggap darurat pertama adalah 14 hari. Kemungkinan akan diperpanjang, nanti akan disampaikan hasil koordinasi kepada gubernur sebagai kepala daerah. Kepala daerah dapat melanjutkan masa tanggap darurat untuk pencarian korban,” terangnya.

Dalam masa penambahan itu, tim SAR gabungan yang dikerahkan untuk mencari korban akan dikurangi. Begitu pula dengan kekuatannya.

“Artinya, selama 10 hari seluruh kekuatan yang ada dikerahkan untuk mencari korban. Selama 10 hari, akan dilanjutkan lagi mungkin tujuh hari atau empat hari sehingga total 14 hari. Tetapi kekuatan yang ada dikurangi,” kata Sutopo.

Berdasarkan data terakhir BNPB hari ini, Jumat (5/10) pukul 16.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia mencapai 1.571 orang. Masih ada 152 korban yang tertimbun dan 113 korban hilang.

Sementara itu, sebanyak 2.549 orang mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan di rumah sakit.

(yes/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up