JawaPos Radar

Tinggal 10 Hari, Warga: Mustahil Pembangunan Skybridge Selesai

06/10/2018, 06:40 WIB | Editor: Erna Martiyanti
Tinggal 10 Hari, Warga: Mustahil Pembangunan Skybridge Selesai
Warga pesimistis pembangunan skybridge Tanah Abang bisa rampung tepat waktu. (Gobang Mahardhika/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Tenggat waktu proyek pembangunan Jembatan Penyebrangan Multiguna (JPM) atau skybrigde di Tanah Abang, Jakarta Pusat, hanya tinggal sepuluh hari lagi. Sesuai target pembangunan harus rampung pada 15 Oktober mendatang.

Namun melihat perkembangan di lapangan, sejumlah warga pesimistis jika pembangunan selesai tepat waktu. Seperti yang disampaikan Iqbal, 18, seorang warga sekitar yang ragu akan rampungnya proyek itu pada tanggal yang ditentukan. Pasalnya, dia melihat pembangunannya masih sekitar 30 persen saja.

"Awal-awal pas pengerjaan ini para pekerjanya lelet mas. Enggak tahu kenapa ya, tapi yang pasti mereka baru terlihat ngebut akhir-akhir ini saja. Ini saja masih banyak yang belum digali," ucap Iqbal saat ditemui JawaPos.com, Jumat (4/10).

Tinggal 10 Hari, Warga: Mustahil Pembangunan Skybridge Selesai
Warga pesimistis pembangunan skybridge Tanah Abang bisa rampung tepat waktu. (Gobang Mahardhika/JawaPos.com)

Sebelumnya diberitakan proyek pembangunan JPM Tanah Abang, Jakarta Pusat dikebut, sehingga Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah melakukan percepatan penyelesaian pekerjaan di lapangan.

Namun, hal itu dianggap hanya sebagai wacana. Ikhsan, 29, warga lainnya juga mengatakan pembangunan tidak akan mungkin terkejar. Karena Pemprov hanya memiliki waktu 10 hari terhitung mulai dari hari ini.

"Ah paling itu hanya sekedar wacana saja, ini kan bisa dilihat sendiri seperti apa. Kalau pemerintah hanya punya waktu sepuluh hari, itu saya bilang mustahil," ungkap Ikhsan.

Sementara itu, Heriansyah, 35, mengaku terganggu dengan aktifitas alat berat dari proyek pembangunan skybridge itu. "Itu yang saya tidak suka suara mesin alat beratnya, itu berisik sekali buat telinga saya jadi sakit," ungkap Heri.

Dari pantauan JawaPos.com, ada beberapa lubang yang sudah tergali namun tersendat karena adanya saluran kabel yang terurai ketika dilakukan penggalian. Sementara pedagang masih terlihat melakukan aktifitas seperti biasa, ironisnya mereka berdagang dipinggir, bersebelahan dengan proyek pembangunan skybrigde.

(dik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up