JawaPos Radar

Terseret Kasus Ratna Sarumpaet, Dahnil: Kami Tak Menebar Hoax

05/10/2018, 18:57 WIB | Editor: Ilham Safutra
Terseret Kasus Ratna Sarumpaet, Dahnil: Kami Tak Menebar Hoax
Jurkam Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Sejumlah tokoh di pihak pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terseret dalam kasus hoax Ratna Sarumpaet. Mereka diduga berperan aktif menyebarkan kabar kebohongan dari aktivis perempuan tersbeut.

Salah satu nama yang turut dilaporkan yakni Dahnil Anzar Simanjuntak. Atas laporan tersbeut, koordinator Juru Bicara Prabowo-Sandiaga itu mempersoalkan.

"Silahkan aja. Yang jelas secara hukum kami tak menebar hoax. Tapi kami menjadi korban dari kebohongan Bu Ratna," ujar Dahnil di Hotel Santika, Depok, Jawa Barat, Jumat (5/10).

Terseret Kasus Ratna Sarumpaet, Dahnil: Kami Tak Menebar Hoax
Infografis kebohongan Ratna Sarumpaet. (Rofiah Darajat/JawaPos.com)

Ketua PP Pemuda Muhammadiyah itu bersikukuh dalam kasus itu dirinya dan sejumlah nama lainnya tidak menjadi pihak yang bersalah dan mengklaim tidak menyampaikan hoax.

"Kalau menyebar hoax itu ketika kami tahu informasi bohong kemudian kami sebarkan. Ini kami sama sekali tidak tahu itu adalah informasi bohong. Karena itu langsung dari subjek dan objek yang jadi korban," ungkapnya.

Dahnil menambahkan, pihaknya meminta seluruh elemen untuk berhenti mempolitisasi masalah Ratna ke kubu Prabowo-Sandiaga. Sebaliknya, pemilihan presiden harus didorong dengan sejuk dan santun.

"Saya selalu menyampaikan stoplah politik-politik yang menuduh orang lain menebar hoax, tapi sejatinya sedang juga menebar hoax ke mana-mana," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Farhat Abbas, anggota timses Jokowi-Ma'ruf bersama sejumlah advokat telah melaporkan 17 orang ke Bareskrim Polri atas kasus penyebaran kabar hoax. Mereka pun pun melaporkan pasangan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Laporan itu bernomor LP/B/1237/X/2018/BARESKRIM dan sudah diterima polisi dengan nomor STTL/1007/X/2018/BARESKRIM. Farhat bilang, peristiwa ini telah merugikan pasangan Jokowi-Ma'ruf.

(aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up