JawaPos Radar

Gempa Sulawesi Tengah

Korban Tewas Bertambah, 1.551 Jenazah Dikubur Masal

05/10/2018, 17:45 WIB | Editor: Imam Solehudin
Gempa Sulawesi Tengah
Salah satu daerah di Sulawesi Tengah yang terkena dampak guncangan gempa dan tsunami 28 September lalu. (Dok.JawaPos)
Share this image

JawaPos.com - Korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah terus bertambah. Memasuki H+7 pascagempa, total korban tewas mencapai 1.571 jiwa.

Data tersebut sebagaimana dilansir Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hari ini, Jumat (5/10) pukul 16.00 WIB.

"Rinciannya, 144 di Donggala, 1.352 di Palu, 62 di Sigi, 12 di Moutoung, dan 1 orang di Pasang Kayu," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Graha BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Jumat (5/10).

Saat ini, pencarian dan evakuasi masih akan terus dilakukan. Sebab, korban yang meninggal diperkirakan masih terus bertambah.

“Tetapi kekuatan pencariannya itu dikurangi karena mekanismenya seperti itu, sampai akhirnya kita bicarakan dengan Pemda dan masyarakat setempat jika pencarian diakhiri,” kata dia.

Dari jumlah tersebut, 1.551 jenazah telah dimakamkan di pemakaman masal di Puboya, Pantoloan, dan pekuburan keluarga.

Sutopo melaporkan, masih ada 152 korban yang tertimbun dan 113 korban hilang. Sementara itu, sebanyak 2.549 orang mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“Kalau yang tertimbun tidak ditemukan, berarti akan dimasukkan dalam daftar korban hilang. Kalau yang hilang itu artinya sudah ada laporan identitasnya, nama-nama orang yang sampai saat ini belum ketemu. Korban tertimbun itu perkiraan ada di daerah yang mengalami amblasan dan likuifaksi,” pungkasnya.

(ce1/yes/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up