JawaPos Radar

Kabut Asap Membuat Kualitas Udara di Palembang Tak Sehat

05/10/2018, 17:20 WIB | Editor: Budi Warsito
Kabut Asap Membuat Kualitas Udara di Palembang Tak Sehat
Kabut asap menyelimuti Kota Palembang yang masuk pada level tidak sehat, Jumat (5/10) pagi. (Alwi Alim/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kabut asap menyelimuti Kota Palembang, Jumat (5/10) pagi. Hal ini, berdampak terhadap kondisi udara yang menjadi tidak sehat.

Terbukti,  nilai Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kota Palembang pagi ini mencapai 151 - 250 mikron/gram. Nilai tersebut berada pada level tidak sehat.

Kasi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Klas I Kenten Palembang, Nandang Pangaribowo mengatakan, memang sejak 10 hari terakhir, Kota Palembang dan kabupaten di Sumsel belum mendapatkan curah hujan yang cukup akibatnya sangat berpotensi terjadinya kekeringan di hutan dan lahan.

Berdasarkan data curah hujan di Bulan September Dasarian 3 tahun 2018 curah hujan kurang dari 50 mm. "Dengan meningkatnya kekeringan, maka partikel debu juga meningkat akibatnya pada kondisi udara di Palembang," katanya saat dihubungi JawaPos.com, Jumat (5/10).

Terbukti, ada Jumat (5/10) jarak pandang berkisar 1 kilometer hingga 2 kilometer. Jika kondisi ini terus terjadi maka kondisi udara pun bisa semakin buruk. "Kami berharap kepedulian masyarakat dan pemerintah untuk menjaga agar Sumsel zero asap," harapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel, Ansori mengakui, kebakaran hutan (Karhutla) terus terjadi di Sumsel. Bahkan, sejak beberapa hari ada beberapa lahan yang terbakar dan belum sepenuhnya dapat dipadamkan, seperti di OKI, Muara Enim, OI dan beberapa lahan lainnya.

Ini dikarenakan, kondisi lahan yang terbakar luas sehingga menyulitkan dalam pemadaman. "Seluruh tim dan armada telah dikerahkan untuk pemadaman ini," katanya.

Ia mengakui dampak kebakaran tersebut yakni terjadinya asap di Kota Palembang terlebih lagi kondisi curah hujan yang rendah sehingga kondisi udara pun semakin buruk. Ini terjadi pada Jumat (5/10).

Menurutnya, jika hujan terjadi, maka persoalan asap ini tentunya dapat dinetralisir. Sehingga kondisi udara dapat kembali normal.

"TMC terus dilakukan tapi memang belum dapat menghasilnya hujan. Karena itu, kami harap hujan dapat turun sehingga kondisi udara dapat membaik lagi," tutupnya.

(lim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up