JawaPos Radar

Nilai Tukar Rupiah Melemah ke 15.182 Per USD

Dampak Perang Dagang Tiongkok-AS, Menko Darmin: Makin Ruwet!

05/10/2018, 16:53 WIB | Editor: Mohamad Nur Asikin
Dampak Perang Dagang Tiongkok-AS, Menko Darmin: Makin Ruwet!
Menko Perekonomian Darmin Nasution (Dok. Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) masih terus berlanjut. Perseteruan tersebut berdampak pada pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Hari ini, Jumat (5/10) saja, rupiah kembali melemah. Kurs tengah Bank Indonesia (BI) mencatat rupiah berada di level Rp 15.182 per USD, melemah dari sebelumnya Rp 15.133 per USD.

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan, pelemahan itu masih akan terus terjadi. Hal itu lantaran perang dagang Tiongkok dan AS masih akan terus berlanjut kedepannya.

Dampak Perang Dagang Tiongkok-AS, Menko Darmin: Makin Ruwet!
Ilustrasi penukaran uang di sebuah money changer (DOK. DERY IDWANSAH/JAWAPOS.COM)

"Karena perang dagangnya bukan makin mereda. Kedua negara itu makin variatif mengembangkan macam-macam cara sehingga tidak sekedar kenakan tariff. Tadinya kan cuma gitu sekarang udah mulai mau kasih turunkan tarif dari yang lain. Ada yang bilang aku mau bikin perjanjian baru dengan ini dari you saya kurangin," ujarnya di Jakarta, Jumat (5/10).

"Jadi semakin ruyem semakin ruwet. Makin ruwet sehingga kalau kita lihat mid term election selesai apa Trump masih begitu itu kita belum tahu," sambungnya.

Oleh karena itu, sejumlah langkah-langkah antisipasi terus dipersiapkan. Dia menegaskan ketidakpastian perekonomian global termasuk dampak perang dagang Tiongkok-AS memberi dampak lebih besar ke Indonesia.

"Karena itu kita harus menyiapkan langkah-langkah untuk jangka menengah, tidak lagi sekedar jangka pendek. Apa saja itu ya tunggu saja kita akan jelaskan," tandasnya.

(hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up