JawaPos Radar

Dahnil: Saya dan Gerindra Dituduh Radikal

05/10/2018, 16:32 WIB | Editor: Imam Solehudin
Dahnil Anzar
Juru Bicara Timse Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak. Dahnil menyebut kalau Gerindra menjadi salah satu partai yang menjadi korban stigmatisasi buruk, terutama menyangkut isu radkalisme. (Dok.JawaPos)
Share this image

JawaPos.com - Ketua PP Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak memandang bahwasanya demokrasi Indonesia sudah tak berjalan sehat. Dahnik menyebut demokrasi telah dinodai oleh stigmasisasi oleh oknum tertentu.

Dia mencontohkan soal stigmasisasi buruk yang kerap merugikan sejumlah orang atau partai politik (parpol). Misalnya partai Gerindra yang dianggapnya sering menjadi korban.

"Seperti Partai Gerindra yang pluralisme, dituduh radikalis dan (mendukung) khilafah," kata Dahnil dalam paparannya di acara diskusi, Hotel Santika, Depok, Jawa Barat, Jumat (5/10).

Seminar Kebangsaan
Seminar Kebangsaan di Depok, Jawa Barat, Jumat (5/10) (Igman Ibrahim)

Selain parpol, Dahnil juga menambahkan, stigmasisasi juga kerap diarahkan kepada beberapa tokoh publik. Mulai dari mantan dosen UI Rocky Gerung sampai dengan dirinya yang juga menjadi korban.

"Saya dituduh radikalis, gara-gara (Pilkada DKI Jakarta) enggak dukung Ahok. Kalau yang dukung Ahok itu pluralis. Kalau perbedaan politik itu di stigma anti pancasila dan radikalis dan dituduh HTI," ungkap Alumnus Universitas Indonesia (UI) tersebut.

Menurut Dahnil, tuduhan-tuduhan seperti itu dapat menjadi ancaman bagi demokrasi bangsa, khususnya bagi tokoh yang kerap memiliki pemikiran kritis. Sebab, kata dia, stigmasisasi akan membunuh nalar manusia.

"Ini ancaman serius bagi demokrasi masa depan, demokrasi dengan stigmasisasi itu akan memproduksi demokrasi near nalar atau nalarnya tidak hadir, absen akal sehatnya," pungkasnya.

(aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up