JawaPos Radar

Anak Buah OSO: Pas Banget 3 Oktober Jadi Hari Antihoaks

05/10/2018, 15:46 WIB | Editor: Kuswandi
Hoaks
Ilustrasi: Hoaks (Koko/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Tanggal 3 Oktober kemarin, aktivis Ratna Sarumpaet mengakui kebohongan bahwa muka lebam bukan karena penganiayaan. Melainkan operasi sedot lemak.

Menanggapi hal ini, Ketua DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Inas Nasrullah mengatakan setuju dengan dijadikannya tanggal 3 Oktober sebagai Hari Antihoaks Nasional.

"Jadi pas banget kalau tanggal 3 Oktober dijadiin hari antihoaks tuh," ujar Inas kepada JawaPos.com, Jumat (5/10).

Menurut Inas, untung saja hoaks yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet bisa ketahuan oleh pihak kepolisian. Sehinggga tidak ada oknum yang memainkan isu-isu untuk menyerang Presiden Joko Widodo (Jokowi) ataupun pemerintah.

"Kalau saja polisi gagal nemukan bahwa si Ratna Sarumpaet memperbaiki wajah. Wah ‎factory hoaks sebelah terus mengoreng isu itu," katanya.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal PPP Achmad Baidowi mengusulkan tanggal 3 Oktober, saat Ratna Sarumpaet mengakui berbohong atas kabar penganiayaan yang menimpanya, sebagai Hari Anti Hoaks Nasional.

Menurut dia kebohongan yang dilakukan Ratna Sarumpaet telah menggegerkan masyarakat Indonesia di tengah penanganan pascabencana di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Ironisnya, kebohongan Ratna Sarumpaet dianggap sebagai sebuah kebenaran oleh elit politik tanpa ditelusuri kebenarannya.

Usulan tanggal 3 Oktober sebagai 'Hari Antihoaks Nasional' juga digagas oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Hal itu karena adanya hoaks sangat merugikan banyak pihak.‎

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up