JawaPos Radar

Timses Jokowi Minta Penyebar Hoax Ratna Dikeroyok Juga Diproses Hukum

05/10/2018, 15:40 WIB | Editor: Estu Suryowati
Timses Jokowi Minta Penyebar Hoax Ratna Dikeroyok Juga Diproses Hukum
Ratna Sarumpaet saat dibawa keluar dari Bandara Soekarno Hatta menuju Polda Metro Jaya. ( (Humas Ditjen Imigrasi)
Share this image

Timses Jokowi Minta Penyebar 'Hoax Ratna Dikeroyok' Juga Diproses Hukum

JawaPos.com - Kasus dugaan penyebaran berita bohong alias hoax yang melibatkan aktivis kemanusiaan, Ratna Sarumpaet tengah bergulir di Polda Metro Jaya. Meski Ratna telah ditetapkan sebagai tersangka, namun sejumlah seruan masih terdengar agar kasud ini diusut tuntas.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Abdul Kadir Karding meminta agar para penyebar hoax Ratna dikeroyok, juga turut diproses. Sebab mereka dianggap secara langsung terlibat dalam upaya penyebaran berita bohong.

"Bagi saya yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana si penyebar hoax atau dugaan penyebar hoax turut juga harus diperiksa, diproses secara hukum. Karena sesungguhnya yang paling berbahaya (adalah)penyebaran hoax," ujar Karding di Rumah Cemara Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (5/10).

Mantan Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menilai penyebar hoax memiliki tanggungjawab atas kegaduhan yang terjadi di masyarakat. Karena ulah mereka itu dapat memicu timbulnya konflik.

"Siapa yang menyebarkan hoax harus bertanggungjawab karena masyarakat jadi resah, jadi gaduh, masyarakat jadi punya potensi konflik dan itu merugikan," terangnya.

Ditambah lagi, Karding menilai kasus hoax Ratna ini berpotensi merusak citra baik pihak tertentu. Dalam hal ini, dia menganggap Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai pihak yang dirugikan.

"Dalam kasus Ratna Sarumpaet ini sangat jelas narasi yang dibangun untuk menjatuhkan dan untuk mendiskreditkan pak Jokowi," pungkasnya.

(sat/JPC)

Alur Cerita Berita

Aria Bima: Jangan Ada Sarumpaet Baru 05/10/2018, 15:40 WIB
Polisi Geledah Rumah Ratna Sarumpaet 05/10/2018, 15:40 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up