JawaPos Radar

Pemerintah Targetkan Rehab dan Rekonstruksi di Lombok Rampung 6 Bulan

05/10/2018, 15:27 WIB | Editor: Kuswandi
Seismograf
Ilustrasi: Seismograf (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pemerintah berupaya mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi usai gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Terutama, rumah-rumah warga, baik yang mengalami kerusakan ringan maupun berat.

Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani mengatakan, pelaksanaannya akan sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi). Yakni Inpres 5/2018 tentang percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa di Nusa Tenggara Barat.

Kemudian, berdasarkan arahan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), rehabilitasi dan rekonstruksi harus selesai dalam enam bulan ke depan, tepatnya pada Maret 2019. Program tersebut mulai direncanakan pada akhir September 2018.

“Diharapkan dapat diselesaikan segera seperti arahan Bapak Wapres di NTB, dan penyelesaian rehabilitasi-rekonstruksi rumah penduduk agar dapat diselesaikan pada maret tahun 2019,” ujar Puan saat memimpin rapat koordinasi tingkat menteri di gedung Kemenko PMK, Jumat (5/10).

Bulan ini, rencana aksi tersebut sudah mulai dilaksanakan. Selanjutnya, pada akhir Desember 2018, normalisasi fasilitas pendidikan, kesehatan, agama, dan penunjang perekonomian harus rampung terlebih dahulu. Sehingga, secara keseluruhan rehabilitasi dan rekonstruksi selesai Maret 2019.

“Maka secara umum, agenda rehabilitasi-rekonstruksi NTB yang perlu mendapat perhatian kita bersama antara lain adalah pemulihan pemukiman infrastruktur sosial dan ekonomi, kemudian dukungan APBN,” kata dia.

Puan menerangkan, saat ini, pemerintah rutin melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap agenda tersebut. Dia berterima kasih kepada seluruh instansi, termasuk masyarakat yang sudah bisa bersatu untuk menangani pemulihan pasca gempa.

“Penanganan selama masa tanggap darurat telah dilakukan oleh pemerintah baik pusat dan daerah, BNPB, kementerian, TNI/Polri dan masyarakat telah memberikan bantuan yang optimal selama ini,” tuturnya.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 8 September 2018 mencatat sebanyak total 167.961 rumah rusak di NTB. Rinciannya, antara lain Lombok Utara 38.497 unit, Lombok Barat 55.924 unit, Lombok Timur 15.642 unit, Lombok Tengah 27.039 unit, Mataram 6.894 unit, dan Sumbawa 8.604 unit. 

(yes/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up