JawaPos Radar

Trio Kwek-Kwek, Julukan Perantara Suap Wali Kota Pasuruan

05/10/2018, 15:05 WIB | Editor: Kuswandi
Setiyono
Wali Kota Pasuruan Setiyono, saat akan dimasukkan ke Rutan, Jumat (5/10) (Intan Piliang/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Dalam dugaan penerimaan suap yang melibatkan Wali Kota Pasuruan Setiyono, ternyata ada peran beberapa pihak yang mengatur proyek hingga perihal permintaan fee menjadi perantara suapnya. Uniknya, nama pihak tersebut mempunyai julukan yang lucu, yakni Trio Kwek-kwek, seperti grup vokal yang terkenal di era 90-an.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata mengungkapkan, tiga pihak lain tersebut sebagai orang kepercayaan Setiyono.

"Diduga proyek-proyek di lingkungan Pemkot Pasuruan telah diatur oleh Wali Kota melalui tiga orang dekatnya, (menggunakan istilah: Trio Kwek-Kwek) dan ada kesepakatan fee antara 5 - 7 persen dari nilai proyek bangunan dan pengairan," ungkapnya di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (5/10).

Kendati demikian, Alex tak menyebut siapa saja nama yang dimaksud. Yang pasti, kata Alex, tiga pihak tersebut membantu adanya komitmen yang disepakati untuk Setiyono dari proyek Pusat Layanan Usaha Terpadu-Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM), sebesar 10 persen dari nilai HPS (Harga Perkiraan Sendiri) sebesar Rp 2,2 miliar, ditambah 1 persen untuk Pokja.

Terkait pemberian uang suap, Alex menjelaskan, pemberian yang sempat diberikan secara bertahap yaitu pada 24 Agustus 2018.

Mekanismenya, Baqir menstransfer Rp 20 juta (1 persen) untuk Pokja sebagai tanda jadi ke Wahyu. Kemudian pada 4 September 2018, CV M milik Baqir ditetapkan sebagai pemenang lelang dengan nilai kontrak Rp 2.210.266.000.

Selanjutnya, pada 7 September 2018, setelah ditetapkan sebagai pemenang, Baqir menyetorkan uang tunai kepada Setiyono melalui perantaranya sebesar 5 persen atau kurang lebih Rp 115 juta.

"Sisa komitmen 5 persen lainnya akan diberikan setelah uang muka atau termin pertama cair," tukasnya.

Atas perbuatannya, Setiyono, Wahyu dan Dwi disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan, Baqir sebagai pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

 

(ipp/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up