JawaPos Radar

Mahasiswanya Terdampak Gempa, Rektor UGM: Kuliah Anda Aman

05/10/2018, 15:05 WIB | Editor: Dida Tenola
Mahasiswanya Terdampak Gempa, Rektor UGM: Kuliah Anda Aman
Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Panut Mulyono. (Ridho Hidayat/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com- Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Panut Mulyono meminta agar mahasiswanya yang berasal dari daerah terdampak gempa tidak perlu khawatir dengan masalah perkuliahan. Pihaknya siap memberi keringanan biaya Uang Kuliah Pokok (UKP), setidaknya untuk 1,5 semester ke depan.

"Sudah saya buat formulasi kebijakannya, tinggal diformalkan saja ke dekan-dekan. Tidak selamanya memang, sampai recovery sudah selesai akan kami evaluasi lagi," terang Panut, Jumat (5/10).

Semester depan akan dimulai pada Februari 2019. Namun untuk pembayaran dilakukan pada Desember 2018 atau Januari 2019. "Untuk semester ini kan sudah dibayarkan. Tapi kalau mau diambil setengahnya atau berapa akan dipertimbangkan," ucapnya.

Mahasiswa yang berasal dari Lombok, maupun Palu atau Donggala dan Sigi ada sekitar 100 orang. Mereka akan dikumpulkan dan dievaluasi pada Senin mendatang (8/10). "Kuliah anda Insya Allah aman, jangan terlalu bersedih dan putus asa. Sedangkan formulasi kebijakan sudah ada, tinggal saya formalkan," tambah Panut.

Tak hanya memberi keringanan bagi mahasiswanya saja, namun formula kebijakannya juga nanti akan membuat sistem perkuliahan Sit In kepada mahasiswa dari Universitas Tadulako (Untad) Palu. Mereka yang berminat diperbolehkan ikut kuliah hingga ujian di UGM.

Teknisnya mahasiswa yang bersangkutan daftar lapor ke dekan atau rektor. Kemudian akan disampaikan ke ketua departemen dan kaprodi akan ada mahasiswa dari Untad akan ikut kuliah.

"Biayanya nol. Kalau mau ikut kuliah di sini (UGM) dipersilakan, nanti akan dicatat di direktorat pendidikan tinggi. Ujian pun kami akan nilai, tapi terserah hasil nilainya mau digunakan apa tidak. Kemarin koordinasi dengan rektor dari sana (Untad), nilai ujiannya dari Untad," katanya.

Sistem Sit In ini juga tak selamanya diberikan. Setelah perkuliahan di Untad selesai recovery dan normal kembali, maka akan dievaluasinya. "Beberapa dosen yang punya kos-kosan juga berminat untuk membantu. Disediakan tempat untuk tinggal," ucapnya.

 

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up