JawaPos Radar

Bandung Raya Berada di Sesar Lembang Aktif, Magnitudo Lebih Kecil

05/10/2018, 15:00 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Bandung Raya Berada di Sesar Lembang Aktif, Magnitudo Lebih Kecil
Ilustrasi (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Bencana alam di Indonesia sedang hangat diperbincangkan di masyarakat Indonesia. Setelah sebelumnya gempa terjadi di Lombok, Donggala dan Palu menjadi pusat perhatian masyarakat. Tak hanya itu, Bandung Raya pun mendapat sorotan karena terletak di patahan atau sesar Lembang aktif.

Peneliti Utama Pusat Survei Geologi, Badan Geologi, Asdani Soehaimi mengatakan patahan atau sesar lembang merupakan salah satu patahan aktif di Jawa Barat. Pasalnya peneliti melihatnya sebagai patahan normal atau patahan turun.

"Tetapi di bawah itu saya menduga ada satu patahan lain yang belum teridentifikasi secara baik. Nah fenomena ini yang perlu kita kaji kedepan apakah yang kita lihat sekarang, lembang yang ada record gempanya atau tidak dengan patahan yang berada di bawahnya," kata Asdani di Bandung, Jumat (5/10).

Menurutnya dimungkinkan kekuatan gempa jika sesar lembang tersebut terjadi tidak sebesar gempa di Palu Sulawesi. Sehingga berdasarkan perhitungan sekitar 6 magnitudo.

"Saya kira lebih kecil dari pada 6 magnitudonya, tidak lebih dari pada itu. karena patahan Lembang itu terbagi menjadi beberapa segmen," ungkapnya.

Sehingga ada segmen 1, 2 dan 3, atau segmen Barat, Tengah dan Timur. Maka sesar lembang tersebut tidak akan bergerak secara bersamaan. Melainkan dipastikan melalui segmen per segmen.

Bahkan, kelihatannya patahan Lembang tidak seaktif patahan Bantul. Hal itu karena patahan Bantul berdekatan dengan sumber gaya gempa buminya yaitu subduksi di Selatan Jogja. Sedangkan patahan Lembang ini agak jauh di Selatan Jawa Barat.

"Tapi Bantul itu dekat sekali, lebih dekat lah di banding Lembang," ucapnya.

Dari peta perihal kemungkinan sesar lembang bergerak daerah yang terdampak yakni Bandung Selatan yang disusun dengan endapan quarter yang sangat mudah.

"Itu sangat mudah terdampak gempa bumi. Menurut peta zonasi yang kita buat yang berwarna merah itu berada di Selatan Bandung, daerah Gedebage termasuk GBLA itu daerah-daerah sebelah situ sangat rentan terdampak," jelasnya.

Beberapa waktu lalu, sesar lembang terus menjadi pembicaraan pascagempa di Donggala dan Palu. Namun diimbau kepada masyarakat Bandung Rayabuntuk tetap tenang dan tidak termakan isu.

(ona/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up