JawaPos Radar

Remaja 17 Tahun Dituduh Perkosa Pekerja Migran di Asrama di Tiongkok

05/10/2018, 17:05 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
pemerkosaan, asrama, tiongkok,
Polisi Tiongkok menahan seorang remaja pria 17 tahun yang dituduh memperkosa seorang pekerja migran di kamar asrama Universitas Wuhan (Daily Post Nigeria)
Share this image

JawaPos.com - Polisi Tiongkok menahan seorang remaja pria 17 tahun yang dituduh memperkosa seorang pekerja migran di kamar asrama Universitas Wuhan. Ini adalah kasus yang mengejutkan, sebab ini melibatkan universitas kalangan elit.

Polisi menerima laporan seorang perempuan yang mendengar teriakan minta tolong di aula mahasiswa Sanhuan di timur Wuhan, Provinsi Hubei, di Tiongkok tengah, sekitar pukul 01:00 Senin, (1/10). Menurut jejaring Weibo, kantor polisi Luojiashan menemukan dan menangkap tersangka di dekatnya satu jam kemudian.

Seorang petugas polisi mengonfirmasi, tersangka adalah seorang pelajar di sebuah sekolah kejuruan setempat yang tidak disebutkan namanya. Sementara korban yang diduga juga berusia 17 tahun. Rincian insiden itu diunggah di halaman Weibo resmi dari Asosiasi Mahasiswa Pascasarjana Universitas Wuhan pada Kamis, (4/10), malam.

Menurut laporan itu, korban perempuan dibawa ke kamar tersangka di asrama Sanhuan dan diserang secara seksual di sana. Tak satu pun dari orang-orang yang terlibat adalah mahasiswa Universitas Wuhan, tetapi lembaga mengakui insiden itu telah membuat siswa khawatir tentang keamanan akomodasi di luar kampus.

Pihak universitas mengatakan, mereka sedang melakukan penyelidikan atas insiden itu dan juga telah meningkatkan langkah manajemen kampus di asrama di luar kampus. Ini termasuk patroli penjaga keamanan reguler, pemasangan sistem kontrol akses dan bus antar-jemput antara asrama dan kampus.

Kasus ini mulai ngetren di media sosial, ketika seseorang, yang mengaku sebagai sang penelepon dan juga seorang mahasiswa Universitas Wuhan yang tinggal di asrama Sanhuan, mengunggah cerita tersebut. Mahasiswa yang tidak disebutkan namanya mengklaim, pada saat kejadian, penjaga keamanan asrama perempuan duduk di sana dan tidak merespon ketika perempuan itu terdengar berteriak minta tolong.

Penjaga keamanan juga diduga telah mengatakan kepada polisi bahwa itu adalah pertengkaran kecil antara kekasih, dan insiden itu tidak terjadi di blok asrama.

“Dalam tiga hari terakhir, saya menyadari bahwa keselamatan pribadi kami yang paling mendasar tidak dapat dilindungi di asrama ini,” tulis unggahan itu.

Sementara itu, seorang mahasiswa Universitas Wuhan lainnya mengatakan kepada wartawan bahwa mereka akan menyewa akomodasi di tempat lain meskipun dialokasikan sebuah kamar di Sanhuan.

Insiden perkosaan di kampus semakin sering dilaporkan di Tiongkok, kasus-kasus yang melibatkan migran jarang mendapat perhatian media. Polisi mengatakan, kasus ini sedang diselidiki lebih lanjut.

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up