JawaPos Radar

Ketakutan Ketum PSI Jika Kebohongan Ratna Sarumpaet Tak Terbongkar

05/10/2018, 13:30 WIB | Editor: Kuswandi
Grace Natalie
Ketua Umum PSI Grace Natalie saat diwawancarai awak media beberapa waktu lalu (Ridwan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie mengimbau agar para politikus di Indonesia mengedepankan kejujuran dalam berpolitik. Hal itu dikatakan Grace dalam menyikapi adanya pernyataan dari sejumlah elite politik, terkait kebohongan Ratna Sarumpaet yang mengaku dianiaya orang tak dikenal beberapa waktu lalu.

"Kita yang bergerak dalam dunia politik harus tegas menegakkan kejujuran," ujar Grace dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Jumat (5/10).

Menurut Grace, kasus aktivis Ratna Sarumpaet mengajarkan semua pihak bahwa kebohongan walau mungkin dipercaya untuk sesaat, tapi pada akhirnya hanya akan menghancurkan dan memecah belah.

Grace menyatakan prihatin atas kebohongan yang disampaikan Ratna. Namun juga menyayangkan sikap terburu-buru kubu Prabowo Subianto yang dengan segera memanfaatkan kisah tersebut untuk menyerang pemerintah sekaligus kubu Joko Widodo (Jokowi). Dalam dunia yang penuh hoaks saat ini, menurut Grace, prinsip cek dan ricek mutlak diperlukan.

"Keterburu-buruan yang dilandasi sikap emosional berlebihan justru merugikan semua pihak," katanya.‎‎

Grace mengatakan, untung saja kebohongan itu dengan segara terbongkar. Dia membayangkan kalau rakyat benar-benar menyangka bahwa Ratna Sarumpaet memang dianaya secara sadis. Hal ini tentu akan menimbulkan kemarahan dan bahkan pembalasan berbentuk serangan fisik.

"Ngeri saya membayangkan berlangsungnya konflik horizontal dalam masyarakat yang saat ini memang sensitif secara politik,” katanya.

Karena itu, Grace mengimbau semua pelaku politik untuk senantiasa mengedepankan kepentingan bangsa dalam suasana menjelang Pileg dan Pilpres 2019. Karena para pelaku politik saat ini dalam sorotan masyarakat.

"Apa yang kita lakukan akan dijadikan rujukan oleh masyarakat luas. Kalau kita membenarkan dan bahkan menyebarkan kebohongan, kebencian, fitnah, itu akan langsung berdampak pada perilaku masyarakat," pungkasnya.

(ce1/gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up