JawaPos Radar

Tiongkok Dituding Curi Data Perusahaan-perusahaan AS Via Micro Chip

05/10/2018, 15:10 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
tiongkok curi data, apple, amazon,
Tiongkok diduga menyusupkan microchip dalam perangkat komputer yang digunakan oleh Apple dan Amazon, Amerika Serikat. Dilansir dari BBC pada Kamis, (4/10), laporan itu dituliskan oleh Bloomberg yang mengatakan, data yang dicuri Tiongkok diambil via chip (Medium)
Share this image

JawaPos.com – Tiongkok diduga menyusupkan microchip dalam perangkat komputer yang digunakan oleh Apple dan Amazon, Amerika Serikat. Dilansir dari BBC pada Kamis, (4/10), laporan itu dituliskan oleh Bloomberg yang mengatakan, data yang dicuri Tiongkok disedot melalui chip kecil yang dimasukkan ke dalam papan sirkuit server yang dibuat oleh sebuah perusahaan bernama Super Micro Computer,

Laporan pertama telah muncul selama pengujian keamanan yang dilakukan oleh Amazon pada tahun 2015 sebelum mulai menggunakan server dari perusahaan AS Elemental, yang telah diproduksi oleh Super Micro Computer di pabrik-pabrik di Tiongkok. Dari penemuan ini, mereka memulai penyelidikan rahasia jangka panjang.

Bloomberg mengatakan, penyelidikan selama satu tahun oleh wartawan Jordan Robertson dan Michael Riley telah menemukan bukti Beijing mendapatkan akses informasi ke 30 perusahaan besar dan banyak agen federal melalui chip tersebut. Di antara 30 perusahaan besar yang berhasil disusupi Tiongkok adalah pusat data Kementerian Pertahanan, kapal perang.

tiongkok curi data, apple, amazon,
Bloomberg mengatakan, penyelidikan selama satu tahun oleh wartawan Jordan Robertson dan Michael Riley telah menemukan bukti Beijing mendapatkan akses informasi ke 30 perusahaan besar dan banyak agen (Reuters)

BBC menuliskan,  Tiongkok diduga kuat yang menyisipkan micro chip untuk mengakses data karena 90 persen dari PC dunia dibuat di negara tersebut. Banyak perusahaan AS, termasuk Apple, Amazon dan bank-bank besar, juga menggunakan perangkat keras Super Micro Computer.

Amazon dan Apple keduanya membantah klaim dari Bloomberg. Dalam pernyataan panjangnya, Amazon mengatakan mereka tidak menemukan bukti untuk mendukung klaim chip jahat atau modifikasi perangkat keras.

Super Micro Computer mengatakan, pihaknya tidak mengetahui adanya investigasi pemerintah terhadap masalah ini dan tidak ada pelanggan yang berhenti menggunakan produknya karena kekhawatiran tentang peretas Tiongkok. Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyebut cerita itu sebagai tuduhan secara serampangan.

Bloomberg mengatakan, penolakan mereka lakukan setelah kesaksian dari enam pejabat keamanan nasional saat ini, serta orang dalam di Apple dan Amazon yang telah merinci penyelidikan dan akibatnya.

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up