JawaPos Radar

Erdogan: Turki Tak Akan Tinggalkan Syria Sampai Rakyat Bisa Pemilu

05/10/2018, 12:12 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
syria, turki, perang syria, erdogan,
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, Turki tidak akan pernah meninggalkan Syria. Hal itu akan ia lakukan hingga rakyat Syria mampu dan bisa mengadakan pemilihan umum sendiri (Reuters)
Share this image

JawaPos.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, Turki tidak akan pernah meninggalkan Syria. Hal itu akan ia lakukan hingga rakyat Syria mampu dan bisa mengadakan pemilihan umum sendiri.

"Kapanpun rakyat Syria bisa mengadakan pemilu, kami akan tinggalkan Syria ke pemiliknya," kata Erdogan dilansir dari Reuters Jumat, (5/10).

Erdogan setuju dengan Presiden Rusia Vladimir Putin bulan lalu untuk membentuk zona demiliterisasi antara kelompok  pemberontak dan Pemerintah Syria di utara. Ia juga memiliki andil di wilayah barat laut Afrin dan lebih ke timur, di sekitar Jarablus.

syria, turki, perang syria, erdogan,
Erdogan setuju dengan Presiden Rusia Vladimir Putin bulan lalu untuk membentuk zona demiliterisasi antara kelompok pemberontak dan Pemerintah Syria di utara (Reuters)

Erdogan juga mengatakan, Turki tidak mengalami kesulitan dalam melakukan pembicaraan dengan kelompok-kelompok radikal di Idlib, daerah kantong terbesar yang dikuasai pemberontak baru di luar kendali Presiden Syria Bashar Al Assad.

Hayat Tahrir Al Sham, yang termasuk kelompok terkait Al Qaeda sebelumnya dikenal sebagai Nusra Front, adalah aliansi jihad paling kuat di Idlib. Turki menunjuk kelompok itu sebagai organisasi teroris pada bulan Agustus, sesuai dengan keputusan oleh PBB pada bulan Juni.

Bulan lalu, dalam KTT di Sochi, Erdogan dan Putin setuju untuk membuat zona demiliterisasi dengan jangkauan 15-20 km, di situlah kelompok-kelompok radikal akan menarik pada 15 Oktober.

Pada Kamis, (4/10), Erdogan mengatakan, di samping 12 observasi yang diselenggarakan oleh Turki di wilayah tersebut, Rusia memiliki 10 titik pengamatan dan Iran memiliki enam titik pengamatan.

"Mengamankan koridor ini berarti mengamankan Idlib," katanya. "Dan kami telah mulai membentengi pos pengamatan kami," tambahnya.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up