JawaPos Radar

Dalam Debut Perdananya, Saham KPAS Ngebut 69 Persen

05/10/2018, 12:09 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Dalam Debut Perdananya, Saham KPAS Ngebut 69 Persen
Ilustrasi Initial Public Offering/IPO PT Cottonindo Ariesta Tbk (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Perusahaan industri kapas PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS) resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui proses pencatatan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) menjadi emiten ke 40.

KPAS melepas sahamnya sebanyak 268.000.000 juta lembar saham dengan harga penawaran perdana Rp 168 per lembar. Dengan demikian KPAS mampu meraih dana sebesar Rp 45,02 miliar.

Dalam debut perdananya, saham KPAS tak bergerak dari posisi harga penawaran pertama di level Rp168 per lembar. Saham KPAS belum ditransaksikan, dengan demikian jumlah transaksi, volume, juga nilai transaksi yakni 0. Namun, pada pukul 10.04 JATS, saham KPAS melejit 69 persen ke Rp 284.

Corporate Secretary KPAS Johan Kurniawan mengatakan, aksi korporasi ini merupakan langkah strategis bagi pengembangan bisnis perusahaan. Tencananya hasil IPO yang sebesar 75 persen akan digunakan untuk akuisisi lahan, sementara 25 persen  sisanya untuk belanja modal.

"Kita sudah ada 1 pabrik di Subang terdiri 5 bangunan pabrik, untuk kondisi sekarang tanahnya enggak mencukupi untuk menambah kapasitas. Kedepannya dana IPO ini untuk beli tanah di Desa Purwadadi, Subang. Ini akan jadi pabrik kedua di sana. Jadi kita beli tanah seluas 5 hektare dan bangunan pabrik,” ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (5/10).

Adapun PT UOB Kay Hian Sekuritas dipercaya menjadi penjamin pelaksana emisi efek. Cottonindo Ariesta memproduksi tiga jenis produk kapas, yaitu kapas kecantikan, kapas industrial dan kapas kesehatan.

Secara bersamaan, perusahaan juga menerbitkan sebanyak 67.000.000 waran seri I yang menyertai saham baru perusahaan atau sebanyak 13,40 persen dari jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat penyertaan pendaftaran dalam rangka IPO tersebut.

Waran seri I ini pun diberikan kepada pemegang saham secara gratis sebagai insentif bagi para pemegang Saham Baru yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada Tanggal Penjatahan.

Harga penawaran surat perintah I adalah Rp 260 dengan nilai total Rp17,42 miliar. Sekitar 75 persen dari hasil IPO akan digunakan untuk memperoleh tanah dan sisanya 25% untuk belanja modal.

Setiap pemegang Saham Baru Perseroan berhak memperoleh satu Waran Seri I di mana setiap satu Waran Seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli empat saham baru Perseroan yang dikeluarkan dalam portepel.

 

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up