JawaPos Radar

IMFW 2018 Ajak Pencinta Fashion Kenali Eksotisme Kain Pesisir

05/10/2018, 12:20 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
pekan mode di indonesia, imfw 2018, indonesia modest fashion week, tren mode, tren modest wear,
Parade kain pesisir di Opening Ceremony IMFW 2018 di JCC. (Instagram)
Share this image

JawaPos.com - Perhelatan Indonesia Modest Fashion Week (IMFW) 2018 mengajak para pencinta fashion untuk mengetahui lebih jauh seputar eksotisme kain pesisir. Dari mulai corak, warna, dan teksturnya, kain pesisir mempunyai ciri yang khas.

Kain pesisir yang ditampilkan dalam opening ceremony IMFW 2018 merupakan kain yang dibawa oleh para pejuang syiar Islam saat menyebarkan ajarannya di masa lalu. Nuansa etnik yang dihadirkan tidak sekadar menjadi warna identitas Indonesia, tetapi juga sebuah apresiasi terhadap warisan Nusantara yang patut dilestarikan.

"Pemilihan eksotisme warisan budaya pesisir Indonesia sebagai highlight tentu menjadi warna spesial bagi helatan fesyen bergengsi ini," kata Ketua Umum IMFD Jeny Tjahyawati dalam sambutannya di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (4/10).

Menurutnya, kawasan pesisir sudah lama menjadi salah satu bahasan utama tinjauan sejarah budaya dunia. Karakter geografis yang khas membuat wilayah ini menjadi titik mula bagi proses kontak dan interaksi antarbudaya.

"IMFW 2018 pun dirancang unik dengan menampilkan mode dan gaya terkini dalam napas syiar dan modest fashion," jelas Jeny.

Jeny menyebutkan keindahan kain pesisir mulai dari batik hingga tenun yang berasal dari Aceh sampai Nusa Tenggara Barat membuka jendela mode dan kekayaan wastra Nusantara. Apalagi perhelatan itu digelar masih dalam nuansa Hari Batik Nasional pada 2 Oktober lalu.

Hal senada disampaikan desainer Anna Mariana. Dirinya berharap ajang tersebut bisa menjadi momentum menampilkan kain khas nusantara yang tak hanya batik, tetapi juga ada songket dan tenun yang menjadi kebanggaan.

"Kami sedang memperjuangkan tak hanya ada Hari Batik Nasional tetapi ada Hari Tenun dan Songket Nasional. Sudah kami ajukan ke pemerintah tinggal menunggu respons saja. Sehingga masyarakat semakin menghargai kain nusantara," tegas Anna.

(ika/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up