JawaPos Radar

Pegawai Pemprov Sumsel Siap-siap Kecewa, Kenaikan TPP Ditunda

05/10/2018, 11:31 WIB | Editor: Dida Tenola
Pegawai Pemprov Sumsel Siap-siap Kecewa, Kenaikan TPP Ditunda
Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya. (Alwi Alim/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com- Program Pemprov Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menaikkan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) sebesar 100 persen terpaksa ditunda. Pasalnya, program tersebut dianggap terlalu berlebihan sehingga bukan menjadi prioritas.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya saat ditemui, Jumat (5/10). Mawardi mengatakan, pasca beberapa hari dilantik, dirinya telah memanggil beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melihat evaluasi kerja. Salah satunya keuangan Pemprov Sumsel.

Menurutnya, keuangan Pemprov Sumsel harus dibenahi, mengingat adanya utang Dana Bagi Hasil (DBH) terhadap kabupaten/kota. "Baru beberapa hari saya menjabat sudah banyak yang menelepon menagih utang DBH seperti Palembang, Prabumulih, OKI dan beberapa daerah lainnya," katanya.

Mawardi mengaku, dengan banyaknya utang, maka perlu adanya evaluasi keuangan daerah. Salah satu upaya yaitu dengan menunda setiap program yang bukan prioritas, seperti kenaikan TPP 100 persen.

Menurutnya, kenaikan TPP bukan skala prioritas. Mawardi menegaskan, hal lain yang menjadi prioritas, seperti pembayaran listrik, dan lain sebagainya. "Kalau kita lebih baru ngasih orang. Tapi kita saja ada utang," tegasnya.

Selain menunda kenaikan TPP, Mawardi juga akan mengaji ulang kebijakan lain yang tidak masuk skala prioritas. Pada masa kepemimpinannya ini, dia akan memprioritaskan infrastruktur jalan di daerah-daerah. Namun, hal ini tidak semudah membalikkan telapak tangan."Kami akan terus melakukan evaluasi seiring berjalannya pemerintahan saat ini," tutupnya.

Untuk diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel berencana untuk menaikkan TPP sebesar 100 persen untuk setiap golongan. Hal itu bertujuan untuk meningkatkan semangat dan kinerja para pegawai di lingkungan Pemprov Sumsel. 

 

(lim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up