JawaPos Radar

Ratna Sarumpaet Tersangka, Sekjen PKPI: Saya Yakin Polri Profesional

05/10/2018, 10:49 WIB | Editor: Kuswandi
Ratna Sarumpaet
Ratna Sarumpaet saat menggelar konferensi pers terkait pengakuan dirinya berbohong dikeroyok orang tak dikenal, di Jakarta, Rabu (3/10) (Mifathul Hayat/ Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Aktivis Ratna Sarumpaet resmi dijadikan tersangka atas kabar bohong yang menggemparkan beberapa waktu lalu. Dia ditangkap dan akhirnya dibebaskan kembali saat ingin terbang ke Chili.

‎Sekretaris Jenderal Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Verry Surya Hendrawan mengapresiasi gerak cepat kinerja Polri dalam mengungkap kasus ini. "Saya yakin sepenuhnya bahwa Polri akan dan selalu bertindak profesional dalam kasus ini," ujar Verry kepada JawaPos.com, Jumat (5/10).

Verry juga mengapresiasi sikap kooperatif Ratna Sarumpaet, walaupun menyayangkan kepergian beliau ke luar negeri pada saat pihak berwajib sangat membutuhkan kesaksian Beliau. "Jangan berspekulasi untuk rencana kepergian Bu Ratna. Percayakan kepada aparat kepolisian untuk mengungkapnya dengan jelas,"‎ katanya.

Verry juga mengaku mendorong aparat kepolisian juga memberikan hukuman kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap kegaduhan luar biasa, penyesatan opini dan fitnah. Karena mereka ikut terlibat dalam menyebarkan berita bohong Ratna Sarumpaet.

"Itu demi tegaknya hukum dan pemenuhan rasa keadilan kepada seluruh bangsa Indonesia. Agar suasana kembali kondusif dan kita berkampanye dengan cara-cara yang berkeadaban," pungkasnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, saat ini kepolisian telah menetapkan Ratna Sarumpaet sebagai tersangka. Argo mengatakan, penetapan status ini karena Ratna terjerat kasus penyebaran hoaks atau berita bohong.

Menurut Argo, Ratna bakal dijerat dengan pasal 14 dan 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Selain itu, Ratna bakal dikenai dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) pasal 28 juncto pasal 45, dengan acaman 10 tahun penjara.

Adapun penetapan tersangka Ratna Sarumpaet setelah kepolisian memeriksa Direktur Utama Rumah Sakit Bina Estetika dan tiga perawatnya.

Ratna Sarumpaet sebelumnya ditangkap di Bandara Internasional Soekarno-Hatta saat akan pergi ke luar negeri pada Kamis (4/10) malam. Ratna diketahui akan pergi ke Santiago, Chili saat ditangkap oleh polisi.

Argo mengatakan, sebelum melakukan penangkapan kepolisian telah mengeluarkan surat pencegahan ke luar negeri atas nama Ratna Sarumpaet. Surat itu juga telah dikirimkan ke pihak Imigrasi. Karena itu, polisi mengetahui bahwa Ratna bakal pergi ke luar negeri dan segera melakukan penangkapan.

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up