JawaPos Radar

Sandi Uno Kurangi Kepemilikan di Saratoga, Harga Sahamnya Anjlok 3,42%

05/10/2018, 10:37 WIB | Editor: Mohamad Nur Asikin
Sandi Uno Kurangi Kepemilikan di Saratoga, Harga Sahamnya Anjlok 3,42%
Calon Wakil Presiden Sandiaga S Uno (Dok.JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pengusaha yang memutuskan terjun ke dunia politik dan menjadi Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno mengurangi kepemilikan sahamnya di perusahaan investasi PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG).

Berdasarkan keterbukaan informasi, Sandi menjual sebanyak 51,4 juta lembar saham. Aksi jual saham itu dilakukan Sandi dalam 2 kali transaksi yang dilakukan pada 2 Oktober 2018 dengan menjual 12 juta lembar saham dan 3 Oktober 2018 sebanyak 39,4 juta.

Kepemilikan saham Sandi di SRTG sebelum transaksi sebanyak 754. 115.429 saham atau 27,79 persen. Setelah transaksi penjualan kepemilikannya berkurang menjadi 702.715.429 saham atau 25,9 persen.

Sandi Uno Kurangi Kepemilikan di Saratoga, Harga Sahamnya Anjlok 3,42%
Ilustrasi Gedung Bursa Efek Indonesia (DOK. ISSAK RAMADHAN/JAWAPOS.COM)

Sejak Sandi menjual kepemilikan saham, harga saham SRTG terus turun sejak Kamis (4/10) dari 4.240 per lembar saham turun 130 poin atau 3,42 persen menjadi 3.670 per lembar saham pada pukul 09:30 WIB.

Sebagai informasi, Saratoga merupakan perusahaan investasi yang fokus mendanai sejumlah sektor mulai dari konsumer, infrastruktur dan sumber daya alam (SDA). Melalui Saratoga Capital, Sandi memiliki saham di Tigerair Mandala sebesar 51 persen. Operasi Tigerair Mandala berhenti sejak 1 Juli 2014.

Di bidang konsumer, Saratoga berinvestasi di Awal Bros Hospital Group yang dimulai pad 2016, kemudian Deltomed di bidang obat-obatan herbal yang dimulai pada 2017.

Lalu Gilang Agung Persada (GAP) yang dimulai pada 2014. MGM Bosco yang bergerak di bidang cold chain logistic pada 2016 dan Mitra Pinasthika Mustika (MPM) yang dimulai pada 2010.

Kemudian di sektor infrastruktur, Saratoga juga memiliki saham di Nusaraya Cipta sebuah perusahaan pengelola jalan tol yang dimulai pada 2006, kemudian Palton Energy sebuah perusahaan energi yang mulai pada 2015.

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up