JawaPos Radar

Mau Operasi Plastik Seperti Ratna Sarumpaet? Perhatikan 4 Pesan Dokter

05/10/2018, 07:20 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
ratna sarumpaet, operasi plastik,
Ratna Sarumpaet mengakui membuat hoaks soal lebam pada wajahnya. (Miftahul Hayat/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kecantikan memang menyakitkan. Istilah tersebut dalam bahasa asing yaitu Beauty is Pain. Seolah hal itulah yang nampak pada wajah aktivis Ratna Sarumpaet. Wajahnya terlihat lebam usai operasi plastik berupa sedot lemak.

Lebam usai operasi apapun adalah hal yang normal. Begitupula Ratna Sarumpaet usai dioperasi plastik. Agar tak terkejut usai menjalani operasi plastik seperti Ratna Sarumpaet dengan wajah yang lebam dan memar, maka semestinya pasien wajib mengetahui banyak hal.

Terlepas dari kasusnya Ratna, kepada JawaPos.com, Kamis (4/10), Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dr. Jonathan R. Subekti, SpKK mengatakan ada empat hal yang perlu diperhatikan pasien sebelum operasi plastik. Sehingga pasien tak salah langkah atau asal-asalan dalam memilih klinik kecantikan.

1. Tempat Bersertifikat

Pastikan tempat tersebut memiliki izin atau bersertifikasi. Seperti yang Ratna Sarumpaet lakukan pun di lokasi ternama di sebuah klinik kecantikan di Jakarta.

"Jangan melakukan tindakan di hotel, toilet mal, kamar hotel, apartemen," jelas dr. Jonathan.

2. Tenaga Medis Bersertifikat

Tenaga medis yang melakukan tindakan harus memiliki sertifikat kompetensi yang tepat. Cari nama dokter yang akan melakukan tindakan medis di internet.

"Apakah benar tergabung dalam asosiasi atau perhimpunan yang ada di Indonesia," ujarnya.

3. Tanyakan dengan Detail

Apabila ada yang tidak jelas mengenai obat atau alat yang digunakan, tanyakan kepada tenaga medis yang akan melakukan tindakan. Bertanyalah secara detail.

"Apabila mereka tidak dapat mengerti atau tidak dapat menjelaskan dengan baik, sebaiknya dipertimbangkan kembali," tuturnya.

4. Bagaimana Efek Sampingnya

Siap-siap untuk mengalami lebam atau memar seperti Ratna Sarumpaet usai operasi. Meskipun efeknya tak sama kepada setiap orang. Namun dr. Jonathan menegaskan agar pasien bertanya soal efek samping pada dokter.

"Tanyakan kepada dokternya efek samping yang mungkin timbul apa dan berapa lama sembuhnya, jadi enggak kaget ketika efek samping itu muncul," tegasnya.

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up