JawaPos Radar

Pembunuhan Jaidi Libatkan Ayah si Wanita yang Mengaku Single

05/10/2018, 05:41 WIB | Editor: Estu Suryowati
Pembunuhan Jaidi Libatkan Ayah si Wanita yang Mengaku Single
Pembunuhan Jaidi yang dilatarbelakangi cinta segitiga melibatkan ayah si wanit yang mengaku single. (Pixabay.com)
Share this image

JawaPos.com – M Jaidi alias Unyir, 27, diduga jadi korban pembunuhan berencana. Sopir travel itu sudah dibidik sejak lama. Di malam kejadian, sang jagal kematian Unyir menelepon bos tempat korban bekerja. Dia menyampaikan pesan telah mencabut nyawa Unyir.


Hal itu diungkap Arin, 62, pemilik Travel Murakarta, Kamis (4/10). Dia mendapat telepon dari pembunuh anak buahnya pada Senin (1/10), sekitar pukul 22.30 WIB. Suara di ujung telepon yang mengaku sebagai Fa itu, memberitahunya baru saja menganiaya Unyir.


"Dia bilang, kalau dia baru saja menghabisi nyawa anak buah saya (Unyir, Red). Saya kaget mendengarnya," katanya dikutip dari Radar Sampit (Jawa Pos Group), Jumat (5/10).

Arin langsung bergegas menuju lokasi yang dimaksud, yakni kawasan Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit. Di lokasi, Arin hanya menemukan mobil Unyir yang terparkir. Mesin mobil itu menyala dan pintu kabinnya terbuka. Sang penelepon tak kelihatan batang hidungnya. Termasuk Unyir.

Arin langsung memanggil anak buahnya agar segera ke lokasi guna mengamankan mobil yang biasa digunakan Unyir pulang pergi Sampit – Banjarmasin itu. Dia lalu memerintahkan anak buahnya segera mencari keberadaan Unyir.

"Pokoknya malam itu menegangkan. Saya takut Unyir kenapa-kenapa. Kami hanya berdoa Unyir selamat. Tapi, usaha kami tidak membuahkan hasil. Kami cari di bawah PPM, Unyir tak terlihat," ujarnya.

Menurut Arin, Fa, orang yang meneleponnya, sudah lama mencari Unyir untuk menghabisi nyawanya. Dia mengetahui anak buahnya itu dekat dengan anak Fa. Arin menduga, hal itulah yang membuat Fa memutuskan nekad menganiaya Unyir hingga tewas.

"Anak Fa ini dekat dengan Unyir, padahal sudah bersuami. Namun, anak Fa mengaku tidak punya pasangan. Unyir pun memutuskan menjalin asmara. Nah, kabar itu diketahui Fa. Saat itulah Fa mulai mencari keberadaan Unyir," ungkap Arin.

Seorang pedagang makanan di seputaran PPM, mengaku melihat Unyir dianiaya. "Penganiayaan itu memang terjadi. Saat itu korban selesai makan dan mau pulang bersama pacarnya. Tiba-tiba datang beberapa orang menghampiri dan langsung memukul korban. Penganiayaan itu terjadi di lanting dekat PPM,"ujar pedagang yang meminta namanya tak disebutkan ini.

Menurutnya, tidak seorang pun warga yang berada di lokasi saat itu berani melerai penganiayaan tersebut. Beberapa menit kemudian, dia mendengar dari arah lanting suara orang tercebur ke sungai.

"Saat itu saya mendengar suara orang tercebur ke sungai. Namun, saya tidak berani menengok. Saya bergegas berhenti jualan dan kembali ke rumah," ujarnya.

Kasatreskrim Polres Kotim AKP Wiwin Junianto Supriyadi mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Sejumlah warga diminta keterangan terkait kematian Unyir.

"Berikan ruang dulu bagi penyidik untuk melakukan pendalaman kasus tersebut," pungkasnya.

Seperti diberitakan, mayat Unyir, 27, ditemukan di Sungai Mentaya, Rabu (3/10). Diduga penganiayaan berujung pembunuhan itu dilatari cinta segitiga. Jasad Jaidi yang mengapung menggegerkan warga Jalan Iskandar, Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Ketapang. Polisi turun setelah mendapat laporan. Jenazah Jaidi kemudian dievakuasi.

Jaidi merupakan warga asal Desa Rantau Keminting, Kecamatan Labuan Amas Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Dia dikenal sebagai sopir travel yang kerap pulang pergi Sampit – Banjarmasin.

(jpg/est/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up