JawaPos Radar

Mendarat di Juanda, Tiga Pengungsi Gempa Palu Dibawa ke Rumah Sakit

04/10/2018, 21:51 WIB | Editor: Dida Tenola
Mendarat di Juanda, Tiga Pengungsi Gempa Palu Dibawa ke Rumah Sakit
Gelombang pengungsi korban gempa dan tsunami di Palu tiba di Surabaya dengan menumpang pesawat Hercules A 1337. (Aryo Mahendro/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com- Gelombang pengungsi korban gempa dan tsunami Palu, Sulawesi Tengah, kembali tiba Lanud Mulyono Surabaya, Kamis (4/10). Pada gelombang ketiga pemulangan itu, terdapat 201 orang pengungsi.

Pantauan JawaPos.com, ratusan pengungsi menumpang pesawat Hercules A 1337. Mereka mendarat tepat pukul 12.56 WIB. Usai pesawat berhenti, palka (pintu) belakang pesawat terbuka dan pengungsi pun mulai keluar dari pesawat. 

Mayoritas pengungsi yang merupakan perantau asal Jawa Timur, datang dengan kondisi sehat. Hanya ada beberapa pengungsi lanjut usia yang dibantu aparat meninggalkan pesawat dan berjalan menuju tenda pengungsian sementara. 

Ada juga lima orang pengungsi yang terlihat dalam kondisi tidak sehat. Mereka dilarikan ke RS Lanudal karena menderita patah tulang dan pingsan akibat kelaparan sejak berangkat dari Palu. 

Namun, tak lama setelah dirawat, mereka meminta pulang. Beberapa jam setelah dirawat, beberapa keluarga dari empat pengungsi tersebut menjemput.  Salah satu dari lima pengungsi yang sempat pingsan, juga meminta diantar ke terminal Purabaya, meski tak ada keluarga yang menjemputnya. 

Komandan Lanud Mulyono Surabaya Kolonel Penerbang Budi Ramelan mengatakan, semua pengungsi sudah mendapat sejumlah bantuan. Yakni, biaya perawatan medis, uang saku, makanan dan minuman. 

Tak hanya bantuan berupa uang, perawatan medis dan makanan. Budi mengatakan, pihaknya juga membantu para pengungsi yang butuh transportasi menuju bandara atau terminal untuk pulang ke daerah asal, jika tidak ada keluarga yang menjemput. "Untuk pengungsi yang sakit, akan kami bawa ke RSUD Sidoarjo jika parah. Tapi kalau ringan, ke RS terdekat (RS Lanudal) atau Puskesmas," kata Budi.

Lebih lanjut, Budi mengatakan jika gelombang pengungsi tersebut bukan yang terakhir. Dia memperkirakan masih akan lagi kedatangan pengungsi dari kota terdampak lain. 

Budi belum dapat memastikan kapan ada kedatangan para pengungsi selanjutnya. Meski demikian, pihaknya menyatakan kesiapannya menerima kedatangan pengungsi. "Rencananya, kedatangan pengungsi ini adalah yang terakhir. Tapi tidak menutup kemungkinan akan ada pengungsiblagi yang datang. Kami tidak mungkin menolak dan akan memperhatikan kebutuhan mereka hingga dapat pulang ke daerah asal," kata Budi. 

Sebagai informasi, sejak kedatangan para pengungsi korban gempa dan tsunami Palu kemarin (3/10), tercatat sebanyak 496 orang. Hanya, tercatat ada lagi sebanyak 48 orang yang terpaksa bermalam di Wisma Bhaskara Juanda karena tak punya ongkos dan tidak ada keluarga yang menjemput.

 

(HDR/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up