JawaPos Radar

Tampung Sampah Plastik, Daur Ulang Ban Bekas

04/10/2018, 21:39 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Tampung Sampah Plastik, Daur Ulang Ban Bekas
KREATIF: Desa Loa Duri berhasil mengubah ban bekas menjadi pot cantik yang dijual dengan harga Rp 30 ribu–Rp 200 ribu. (Dok. Kemendes)
Share this image

JawaPos.com - Desa Loa Duri Ilir di Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Timur, berhasil menjadi desa yang mandiri melalui berbagai inovasi. Sampah-sampah yang berserakan diubah menjadi barang-barang yang berguna dan memiliki nilai jual.

Kepala Desa Loa Duri Ilir Fakhri Arsyad mengatakan, masyarakat Desa Loa Duri berperan aktif dalam mengelola bank sampah. ”Setiap pembuatan surat yang berhubungan dengan RT dan RW, misalnya membuat SKCK atau surat domisili, kompensasinya cukup dengan memberikan sampah plastik. Di posyandu, sampah plastik bisa ditukar dengan vitamin tambahan gratis,” ujarnya.

Fakhri menambahkan, di desanya dulu banyak ban bekas truk yang dibuang begitu saja di jalanan. Akibatnya, saat musim hujan, ban-ban bekas itu terisi air sehingga menjadi sarang nyamuk. Karena itu, dibuatlah kreasi untuk memanfaatkan ban bekas.

”Kami buat pot dari ban bekas. Awalnya tidak punya alat. Pembuatannya manual. Sekarang kami pakai alat katrol sehingga bisa dikerjakan dalam tiga menit,” tuturnya.

Sekarang pemilik kendaraan pribadi dan truk proyek tidak bingung lagi ke mana harus membuang ban bekas. Kreasi pot cantik dari ban bekas itu dijual dengan harga Rp 30 ribu–Rp 200 ribu. ”Ada juga yang dibuat lukisan batik dan dijual dengan nilai yang lebih tinggi,” katanya.

Hasil penjualan pot tersebut dimanfaatkan untuk kesejahteraan petugas bank sampah dan kader desa siaga. ”Kami manfaatkan dana desa 2018 untuk membangun pasar modern dan bersih dan membantu mengurangi sampah yang berserakan sehingga endemi nyamuk penular malaria dan demam berdarah juga berkurang,” lanjutnya.

Sekjen Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Anwar Sanusi mengatakan, Kemendes PDTT telah merancang Program Inovasi Desa (PID) agar desa lebih cepat mandiri, berkembang, dan demokratis. ”Harapan kami, mereka (masyarakat desa, Red) bertukar pengetahuan dan pengalaman. Sehingga tercipta pengalaman-pengalaman kolektif yang bisa dimanfaatkan oleh tiap-tiap desa untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

(srs/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up