JawaPos Radar

Sani Minta M Taufik Ikhlas Serahkan Kursi Wagub ke PKS

05/10/2018, 06:50 WIB | Editor: Erna Martiyanti
Sani Minta M Taufik Ikhlas Serahkan Kursi Wagub ke PKS
Ilustrasi: Wakil DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS Triwisaksana minta M Taufik ikhlas serahkan kursi wagub ke PKS. (Kokoh Praba/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Perdebatan dua nama yang akan maju ke bursa calon wakil gubernur DKI Jakarta masih belum ada titik temu. Pasalnya, kedua partai pengusung, PKS dan Gerindra belum menemukan satu kesepakatan.

Salah satu calon yang disebut-sebut yaitu Ketua DPP Gerindra M Taufik diketahui sangat ingin maju dan bersaing dengan calon dari PKS. Sedangkan, PKS meminta Gerindra untuk kembali merundingkan nama yang akan diajukan untuk dicalonkan.

"Surat nggak mungkin (dua). Karena surat harus bersama partai pengusung," kata Wakil Ketua DPRD DKI Triwisaksana di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Kamis (4/10).

Politisi dari Fraksi PKS ini meminta Gerindra menerima dengan ikhlas dua nama yang akan diserahkan adalah dari PKS. Setelah sudah sepakat, Sani sapaan akrabnya meminta agar PKS saja yang mengirim surat ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan DPRD DKI Jakarta.

"Iya mudah-mudahan segera sepakat. Kalau sudah sepakat nanti dibuat suratnya ke Gubernur dan DPRD," tuturnya.

Sebagaimana diketahui, sampai saat ini, Ketua DPD Gerindra Provinsi Jakarta M Taufik terus 'melawan' PKS soal kursi wagub DKI Jakarta. Dia dan sejumlah kader Gerindra Jakarta masih ngotot untuk dipilih sebagai pendamping Anies Baswedan tersebut.

Taufik pun optimis bahwa DPP Partai Gerindra akan setuju bila dirinya diusulkan menjadi wagub. Padahal sebelumnya Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengungkapkan, Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto akan menjalankan kesepakatan yang telah dijalin dengan PKS.

Melalui Fadli, Prabowo memastikan jabatan DKI 2 untuk PKS. Fadli berpendapat, Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Muhammad Taufik yang mendesak kursi wagub DKI untuk partai yang digawanginya hanyalah manuver. Ketegasan ini untuk memastikan kongsi PKS dan Partai Gerindra tetap solid. Kesolidan itu tidak terganggu dengan pengisian kursi wakil gubernur di ibu kota.

"Saya kira demikian (kursi wagub DKI Jakarta untuk PKS). Kesepakatan itulah yang dijalankan," kata Fadli di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (27/9).

(rgm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up