JawaPos Radar

Napi Kirim Paket Sabu Gunakan Ojol ke Lapas Pekanbaru

04/10/2018, 20:15 WIB | Editor: Budi Warsito
Napi Kirim Paket Sabu Gunakan Ojol ke Lapas Pekanbaru
Ilustrasi sabu (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Petugas Lapas Klas IIA Pekanbaru, Riau, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sabu pada Rabu (3/10). Paket barang haram tersebutm diantar oleh seorang tukang ojek online (ojol).

Kapolsek Bukitraya, Kompol Pribadi mengungkapkan, terungkapnya upaya penyelundupan narkoba ke dalam Lapas ini bermula, ketika tahanan pendamping (tamping) bernama David diminta oleh salah satu narapidana bernama Al Hafis untuk mengambil paket di depan Lapas. Paket yang dipesan melalui Gosend itu, diantar oleh HBS.

"Sebelum mengambil paket tersebut, David memberitahukannya terlebih dahulu kepada petugas kalau tersangka minta diambilkan paketnya dan ada uang rokoknya," kata Pribadi, Kamis (4/10).

Namun saat menunggu paket itu sampai, David merasa curiga dan meminta petugas bernama Ronal untuk memeriksa paket tersebut jika sudah datang.

"Di depan gerbang ada petugas bernama Romi. Ketika paketnya datang, petugas langsung memeriksa tukang ojek dan ditemukan bungkus bubur hitam kemudian plastik bening diduga berisi sabu," ujar Kompol Pribadi.

Dengan ditemukannya barang haram itu, petugas langsung menghubungi Polsek Bukitraya. Tak lama setelah mendapatkan informasi tersebut, anggota Polsek langsung tiba di Lapas.

"Dari hasil pemeriksaan, barang itu diduga hendak diantarkan kepada Al Hafis. Saat ini, dia kita bawa ke Mapolsek bersama barang bukti guna proses lebih lanjut," ucapnya.

Adapun barang bukti yang diamankan, berupa bungkus plastik bening berles merah yang berisi sabu. ‎satu bungkus plastik pembungkus bubur hitam, dan 2 buah handphone.

Atas perbuatannya lanjutnya Kompol Probadi, pelaku dijerat pasal 114 Jo 112 Undang-Undang RI No 35 Tahun 2009, tentang narkotika.

"Kita cari tahu siapa yang mengirim sabu ke tersangka ini. Untuk penyidikan kasus ini, kita memeriksa saksi dari napi, sipir hingga pengemudi gojek," pungkasnya.

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up