JawaPos Radar

Asian Para Games 2018

Ini Skema Ganjil-Genap Selama Asian Para Games 2018

04/10/2018, 19:18 WIB | Editor: Banu Adikara
Asian Para Games 2018, INAPGOC, Kemenpora, Indonesia, Kemenhub, rekayasa lalu lintas
Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Bambang Priharto (Bintang Rahmat/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kementrian Perhubungan sudah menyiapkan skema pengaturan ganjil-genap di beberapa ruas jalan selama Asian Para Games 2018 berlangsung pada 6-13 Oktober.

Sama seperti Asian Games 2018, sistem ini diberlakukan untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan dan penumpukan kendaraan di sekitar kawasan Gelora Bung Karno, atau akses jalan besar lain yang hendak menuju ke sana.

"Pelayanan transportasi sama antara Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018 sama. Jadi tidak ada bedanya. Bahkan rekayasa jalan sama," ucap Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Bambang Priharto, Kamis (4/10).

Meskipun demikian, terdapat perubahan minor dalam rekayasa tersebut. Salah satunya terjadi di jalan Pondok Indah.

"Bedanya paling di Pondok Indah. Di sana kita tidak berlakukan karena tidak ada venue di sana. Di Jalan Benyamin Sueb Kemayoran nanti akan kita berlakukan lagi," jelasnya.

Tidak hanya persiapan dari sisi jalur saja, Kemenhub juga akan membedakan waktu tempuh dan kecepatan kendaraan yang membawa para atlet difabel.

"Kalau dulu Asian Games 2018, atlet diberikan waktu 30 menit. Karena itu terkait hak siar, ada live dan semacamnya. Kalau telat akan berantakan. Saat ini sama, diberikan waktu. Cuma karena kali ini pesertanya saudara-saudara kita yang berkebutuhan khusus, jadi kendaraan tidak boleh cepat. Ada kecepatan rata-ratanya sekitar 60-70 km/jam. Jadi kita sudah hitung. Kalau Asian Games 30 menit, maka Asian Para Games sekitar 50 menit lah. Jadi itu aman, tinggal mengatur hak siar saja," sambungnya.

Untuk menunjang kelancaran mobilitas, Kemenhub telah menyediakan 100 bus yang sudah disesuaikan dengan para atlet penyandang disabilitas. "Tempat duduk sudah didesain untuk para penyandang disabilitas. Model kendaraan sama seperti sebelumnya, hanya kursi yang diubah. Bagian tangga untuk menaiki bus juga sudah disesuaikan," tutur Bambang.

(mat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up