JawaPos Radar

Rupiah Kian Anjlok, Kemenkeu: Dampak ke Anggaran Terus Dipantau

04/10/2018, 18:14 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Rupiah Kian Anjlok, Kemenkeu: Dampak ke Anggaran Terus Dipantau
Ilustrasi mata uang Rupiah. (Issak Ramadhani/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah hari ini. Kurs tengah Bank Indonesia (BI) menunjukkan Rupiah anjlok ke level Rp 15.133 per USD.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Suahasil Nazara mengungkapkan, pihaknya akan terus memantau pergerakan nilai tukar. Sebab, pelemahan itu juga akan memberi dampak terhadap rancangan anggaran pemerintah.

"Dampak ke anggaran terus dilihat oleh kementerian dari waktu ke waktu. Setiap kali rupiah melemah, penerimaan tentu meningkat dan belanja juga meningkat, tapi dampaknya penerimaan meningkat lebih tinggi daripada belanja. Jadi untuk anggaran, kami melihat dampaknya, tapi dampaknya masih bisa dikelola," ujarnya di Gedung Bank Indonesia (BI), Jakarta, Kamis (4/10).

Lanjut Suahasil, pelemahan Rupiah dikatakan juga berdampak ke sektor lainnya, salah satunya ekspor dan impor. Menurut dia, kenaikan itu mendorong kenaikan pada sejumlah bahan baku impor.

Karenanya, kenaikan harga bahan baku impor tersebut akan membuat beberapa proyek yang banyak menggunakan impor menjadi lebih mahal.

"Ada dampak ke ekspor, biasanya secara teori, setiap kali Rupiah melemah, ekspor akan mendapat peningkatan daya saing, tapi di saat yang bersamaan impor akan lebih mahal. Bila impor lebih mahal, kami mengerti ada beberapa jenis impor, seperti impor bahan modal, konsumsi, dan lainnya. Setiap kali impor bahan modal meningkat lebih mahal, itu artinya proyek infrastruktur juga akan lebih mahal," jelas dia.

"Jadi kami melihat semua dampak itu, tapi saya yakin BI akan menjaga stabilitas Rupiah," tandasnya.

 

(hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up