JawaPos Radar

Jajal Pasar Ekspor, Inalum Pasang Target Tinggi

04/10/2018, 17:25 WIB | Editor: Budi Warsito
Jajal Pasar Ekspor, Inalum Pasang Target Tinggi
Ilustrasi produksi aluminium PT Inlaum. (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) terus mengembangkan bisnis usahanya sebagai satu-satunya produsen aluminium primer di Indonesia. PT Inalum (Persero) terus bergerak mewujudkan visinya sebagai perusahaan aluminium global.

Kini aluminium produk Inalum mulai bergeliat di pasar ekspor. Langkah konkrit yang dilakukan saat ini adalah, mengekspor aluminium primer ke Malaysia. Inalum mengekspor 20 ribu ton aluminium ingot ke Trafigura Pte. Ltd, di Port Klang Malaysia.

Di tahun 2018, Inalum memproyeksikan penjualan ekspor mineral, batubara dan produk hilirisasinya sebesar US$ 2,51 miliar. Jika di persentasikan, angka itu setara dengan 33 persen.

Dirut PT Inalum, Budi G Sadikin menjelaskan, angka ini cukup signifikan dari tahun sebelumnya yakni US$ 1,89 miliar. Kenaikan tersebut terutama ditopang oleh kinerja ekspor PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM).

"Inalum terus mengejar berbagai target seperti pengembangan kapasitas produksi menjadi 1 juta ton dan peningkatan devisa negara melalui kegiatan ekspor aluminium," Ujar Budi G Sadikin, dalam keterangannya, Kamis (4/10).

Budi ekspor aluminium ingot menuju Malaysia ini akan menjadi langkah nyata untuk menjadikan Inalum sebagai perusahaan global terkemuka. "Ke depan, Inalum diharapkan mampu membawa Indonesia sebagai salah satu pemain global dalam pasar aluminium,” paparnya.

Dari Januari hingga Agustus 2018 kata Budi, Holding Industri Pertambangan mencatat pertumbuhan nilai ekspor sebesar US$ 1,57 miliar atau 83persen dari pencapaian akhir tahun lalu sebesar US$ 1,89 miliar.

Lebih lanjnut dipaparkannya, peningkatan kinerja ekspor ini sesuai dengan mandat pembentukan Holding Industri Pertambangan untuk menjadi perusahaan kelas dunia.

Untuk diketahui, ekspor Inalum khususnya aluminium ingot tahun ini diproyeksikan mencapai 40 kilo ton, senilai US$ 79 juta dengan tujuan ekspor ke Jepang; Swiss; Singapura; Inggris; Australia; Korea Selatan; Hong Kong; Malaysia dan Belanda.

(pra/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up