JawaPos Radar

Senggol Ratna Sarumpaet, Politikus PKB Dorong Hari Antihoax Nasional

04/10/2018, 17:07 WIB | Editor: Ilham Safutra
Senggol Ratna Sarumpaet, Politikus PKB Dorong Hari Antihoax Nasional
Ratna Sarumpaet (Miftahulhayat/Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Setelah tragedi kebohongan Ratna Sarumpaet terbongkar, wacana penetapan hari antihoax nasional semakin mengemuka. Kali ini dorongan itu datang dari politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Ida Fauziyah.

Menurut Ida, 3 Oktober sangat tepat ditetapkan sebagai hari antihoax nasional. Apalagi aktivis Ratna Sarumpaet sudah mengakui kebohongannya luka lebam di wajahnya. Luka tersebut bukan karena penganiayaan, tapi efek dari operasi sedot lemak.

"Ini menjadikan pelajaran berharga bagi masyarakat dan ingin menjadikan sebagai hari antihoax karena dampaknya luar biasa," ujar Ida yang juga direktur Penggalangan Pemilih Perempuan Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin itu, di Posko Rumah Cemara, Jakarta, Kamis (4/10).

Senggol Ratna Sarumpaet, Politikus PKB Dorong Hari Antihoax Nasional
Wacana hari Antihoax nasional makin mengemuka. (Kokoh Praba/JawaPos.com)

Lebih jauh mantan cawagub Jawa Tengah itu menyatakan, dampak lebih parah lagi dari kasus Ratna Sarumpaet sempat membuat kaum perempuan terpolarisasi. Kaum hawa tidak menerima Ratna Sarumpaet menjadi korban pengeroyokan.

Namun dengan seiringnya waktu, Ratna sendiri menyampaikan bahwa lebam di wajahnya adalah sebuah kebohongan yang diciptakan sendiri. "Itu itu hampir saja silaturahmi antar perempuan menjadi terganggu. Ini bukan cerita bohong. Karena terjadi polariasi sehingga hampir silaturahmi terputus," katanya.

Maka dari itu, Ida Fauziyah menyerukan supaya masyarakat lebih bijak menggunakan media sosial. Dampak dari informasi penganiayaan yang dialami mantan aktris teater 'Marsinah Menggugat' tersebut muncul beberapa fitnah keji.

"Kita menghindarkan melakukan fitnah itu. Jadi mari lakukan pemilu dengan riang gembira. Paling penting kalau dahulu mulut itu harimaumu. Sekarang jari dan mulut harimaumu," pungkasnya.

Sebelumnya, Wasekjen PPP Achmad Baidowi mengusulkan 3 Oktober sebagai hari antihoax nasional. Usulan itu sejalan dengan pengakuan dari Ratna Sarumpaet yang sebelumnya mengaku dianiaya.

Kebohongan Ratna Sarumpaet itu pun telah menggegerkan masyarakat Indonesia yang sedang berduka. Sebab beberapa hari sebelumnya sejumlah daerah di Sulsel diguncang gempa dan tsunami. Usulan 3 Oktober sebagai hari antihoax nasional pun sejalan dengan pemikiran dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

(aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up