JawaPos Radar

PKB Dukung Usulan 3 Oktober Jadi Hari Antihoaks Nasional

04/10/2018, 16:53 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Abdul Kadir Karding
Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding mengatakan, pihaknya mendukung adanya usulan. Selain bagus, itu juga dilakukan sebagai momentum bahwa adanya hoaks sangat berbahaya. (Dery/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Saat ini muncul usulan 3 Oktober dijadikan Hari Antihoaks Nasional. Wacana itu muncul setelah aktivis Ratna Sarumpaet mengakui kebohongannya soal penganiayan yang ia alami.

Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding mengatakan, pihaknya mendukung adanya usulan. Selain bagus, itu juga dilakukan sebagai momentum bahwa hoaks sangat berbahaya.

"Kalau ada yang ingin memperingati hari antihoaks ya enggak ada masalah. Bagus juga. Itu sebagai pengingat bahwa hoaks itu tidak penting dan berbahaya," ujar Karding kepada JawaPos.com, Kamis (4/10).

Adanya usulan itu menurut Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin ini, merupakan ekspresi dari masyarakat yang tidak menginginkan adanya hoaks. Sebab, hoaks adalah musuh bersama.

"Karena hoaks itu sangat berbahaya bagi kehidupan kita. Termasuk pada kehidupan berdemokrasi dan berbangsa. Tentu sangat bahaya," katanya.

Sebelumnya, menurut Wakil Sekretaris Jenderal PPP Achmad Baidowi, 3 Oktober bisa menjadi alasan kuat adanya Hari Antihoaks Nasional. Bertepatan dengan momen Ratna Sarumpaet mengaku berbohong atas kabar penganiayaan yang menimpanya.

Menurut dia, kebohongan yang dilakukan Ratna Sarumpaet telah menggegerkan masyarakat Indonesia di tengah penanganan pascabencana di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Ironisnya, kebohongan Ratna Sarumpaet dianggap sebagai sebuah kebenaran oleh elite politik tanpa ditelusuri kebenarannya.

Usulan tanggal 3 Oktober sebagai Hari Antihoaks Nasional juga digagas oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Hal itu karena hoaks sangat merugikan banyak pihak.‎

(ce1/gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up