JawaPos Radar

Hati-hati, BI Solo Temukan 1.104 Upal Beredar di Soloraya

04/10/2018, 16:08 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Uang Palsu
ILUSTRASI: Peredaran uang palsu (upal) di eks Karesidenan Surakarta atau wilayah Soloraya cukup tinggi. (dok. Radar Bali/ Jawa Pos Group)
Share this image

JawaPos.comPeredaran uang palsu (upal) di eks Karesidenan Surakarta atau wilayah Soloraya cukup tinggi. Terbukti Bank Indonesia (BI) Solo menemukan setidaknya 1.104 uang palsu yang beredar pada triwulan kedua tahun ini. Dari jumlah tersebut didominasi pecahan Rp 100 ribu.

Kepala Perwakilan BI Solo Bandoe Widiarto mengatakan, selain didominasi dengan pecahan Rp 100 ribu, uang palsu yang beredar juga ada pecahan lainnya. Seperti Rp 50 ribu, Rp 10 ribu dan juga Rp 5.000. "Yang paling banyak adalah Rp 100 ribu totalnya sampai 56 persen, kemudian Rp 50 ribu sebanyak 3 persen. Sisanya adalah pecahan lainnya," urainya kepada JawaPos.com, Kamis (4/10).
 
Bandoe menambahkan, temuan tersebut dari laporan berbagai Perbankan, BPR serta adanya laporan dari masyarakat. Dengan banyaknya peredaran uang palsu ini, Bandoe mengatakan, pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasinya.

Diantaranya dengan memberikan edukasi kepada masyarakat cara membedakan uang yang asli dengan uang palsu. "Kami terus mengedukasi masyarakat cara membedakan uang yang asli dan yang palsu, salah satunya dengan 3 D (dilihat, diraba dan diterawang)," urainya.

Sementara itu, Kepala Tim Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah dan Layanan Administrasi BI, Bakti Artanta, mengatakan, edukasi tidak hanya menyasar masyarakat sipil saja. Tetapi juga penegak hukum seperti dari TNI dan Polri juga dilibatkan.

Selama ini BI juga memberikan edukasi kepada aparat penegak hukum "Antisipasi perlu dilakukan, masyarakat harus sadar dan hati-hati. Kami sudah melakukan edukasi ini di Polres, Korem, Kodim di seluruh eks Karesidenan Surakarta," pungkasnya.

(apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up