JawaPos Radar

Sirene Tsunami di Sumbar Berfungsi Baik

04/10/2018, 14:52 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Rumainur
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbar Rumainur. (Riki Chandra/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) kian memperkokoh diri dalam kesiapsiagaan bencana. Terutama setelah gempa bumi dan tsunami melanda Sulawesi Tengah (Sulteng). Kota Padang dan sejumlah daerah di Sumbar juga pernah dihantam tragedi gempa pada 30 September 2009.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar memastikan bahwa sirene peringatan tsunami 90 persen dalam keadaan baik. Jadi jika tanda-tanda bencana gempa dan berpotensi tsunami, sirene yang tersebar di sejumlah kawasan pantai akan segera berbunyi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbar Rumainur menjelaskan, pihaknya mengelola 32 unit sirene. Ditambah 6 sirene yang sebelumnya dikelola Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). "Kami rutin cek. 90 Persen sirene bekerja baik. Kalau ada yang rusak, pasti segera kami perbaiki," kata Rumainur di Padang, Kamis (4/10).

Pengelolaan sirene tidak saja bertumpu pada BPBD Sumbar. Sirene di beberapa daerah juga dikelola pemerintah daerah (pemda). Sedikitnya terdapat 7 kabupaten/kota yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Di antaranya Padang, Mentawai, Pesisir dan daerah tepi laut lainnya.

Selain sirene, BPBD memastikan tiga unit shelter atau tempat berlindung dari tsunami di Kota Padang bisa digunakan dengan optimal. Meskipun shelter tersebut cenderung kurang terawat. Namun fungsinya tetap masih terjaga.

Rumainur mengakui soal kurang terawatnya shelter tsunami. Misalnya di Ulak Karang, sampai kini belum diserahterimakan pemerintah pusat ke pemerintah daerah. Alhasil, sampai saat ini shelter masih tercatat milik pemerintah pusat.

"Untuk perawatan, anggaran tidak bisa masuk sebelum itu jadi aset kami. Kalau dipaksa merawat malah jadi temuan audit. Tapi kalau itu digunakan masyarakat tidak masalah," jelas Rumainur.

Selain tiga unit shelter yang memang peruntukannya khusus, Kota Padang memiliki puluhan bangunan yang berpotensi dijadikan shelter. Bangunan dan gedung pemerintahan yang dibangun usai gempa pada 2009 lalu desainnya tahan gempa.

(rcc/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up