JawaPos Radar

Datang ke Palu, Pimpinan Parlemen Kompak Buang Jauh Muatan Politis

04/10/2018, 14:44 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Pimpinan Parlemen
Ketua DPD, DPR dan MPR kompak mengunjungi lokasi pengungsian korban gempa dan tsunami di Palu, Sulteng. (MPR)
Share this image

JawaPos.com - Tiga pimpinan parlemen di Senayan sepakat bahwa kegiatan pemberian dana bantuan kepada korban gempa Sulawesi Tengah (Sulteng) tak boleh bermuatan politis. Karena apa yang ada di Palu dan Donggala merupakan persoalan kemanusian.

"Kita semua tentu merasakan kepedihan para korban. Karena itu tidak boleh ada muatan politis. Ini semua misi kemanusian," ujar Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang (OSO) disampingi Ketua MPR Zulkifli Hasan dan Ketua DPR Bambang Soesatyo, di Palu, (3/10).

OSO juga memparkan, kehadiran pimpinan parlemen ke Palu juga sekaligus untuk memberi bantuan kepada korban bencana alam sesuai dengan apa yang dibutuhkan. Bantuan yang diberikan disebut seperti tenda, selimut, susu, popok, makanan, dan minuman.

"Juga uang tunai. Bantuan itu langsung diserahkan pada yang berhak," paparnya.

OSO juga berharap semua pihak yang sedang membantu Palu bisa sniergis agar apabila masih ada korban yang masih bisa ditolong harus ditolong. Termasuk bila ada korban yang meninggal, kalau jasadnya bisa diambil ya harus digali.

Karena diakui OSO memang ada lokasi-lokasi terdampak gempa yang susah bahkan tidak bisa dijangkau karena misalnya, jalan ambles hingga akses yang terputus.

"Realitas di lapangan kadang tidak bisa diprediksi", papar OSO yang juga mengapresiasi kinerja Basarnas yang telah bekerja maksimal.

Senanda dengan OSO, Ketua DPR Bambang Soesatyo mengatakan, pimpinan parlemen ke Palu untuk melihat secara langsung apa yang terjadi di lapangan. Sekaligus memastikan bantuan benar-benar tersalurkan dengan baik dan benar kepada yang berhak.

"Kita juga wajib mengetahui dan merasakan langsung kondisi di lapangan," paparnya.

Karean itu, setelah melihat apa yang terjadi, dirinya mendorong kepada pemerintah agar meningkatkan skala penanggulangan gempa. "Dengan kondisi seperti ini skalanya perlu ditingkatkan," tegasnya.

Sementara itu, soal bantuan dari luar negeri, Bambang tak menolaknya asal sesuai kebutuhan, misalnya obat-obatan dan alat transportasi. "Karena itu, DPR pun mengiyakan berapapun bantuan yang dibutuhkan oleh pemerintah untuk bencana," ungkapnya.

Lebih lanjut, Bamsoet juga mendesak pemerintah untuk segera memberikan perhatian pada upaya deteksi dini dan pencegahan. Apalagi Ia mendengar banyak alat pendeteksi tsunami hilang, rusak, dan tak berfungsi.

"Saya pikir ni perlu dievaluasi," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua MPR Zulkifli Hasan mengajak kepada semua untuk bersatu membantu korban gempa dan tsunami. Karena itu kita semua harus mendukung pihak-pihak yang terlibat penanggulangan bencana.

"Dalam masa berduka ini diharapkan kita jangan saling menyalahkan. Perlu rasa saling mengasihi. Kita harus bersatu padu untuk meringankan beban saudara kita," ucapnya.

"Yang bisa membantu tenaga silahkan, yang bisa bantu doa silakan, yang bantu dana juga silahkan, paling penting adalah saling mendukung," papar pria asal Lampung itu.

Zulhas juga tak menampik bahwa dalam masa penanggulangan gempa dan tsunami ini masih ada kekurangan di sana sini. Namun, hal itu sebaiknya jangan ditonjolkan apalagi jadi bahan saling kritik.

"Mari kita belajar memaklumi. Jangan saling mengkritik. Karena penanggulangan yang terjadi masih dalam masa darurat. Setelah itu menurutnya baru proses rehabilitasi. Mudah-mudahan semua teratasi," harapnya.

(aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up