JawaPos Radar

Terima Suap dari Wajib Pajak, Anak Buah Sri Mulyani jadi Tersangka KPK

OTT di KPP Pratama Ambon

04/10/2018, 14:35 WIB | Editor: Estu Suryowati
Terima Suap dari Wajib Pajak, Anak Buah Sri Mulyani jadi Tersangka KPK
Kepala KPP Pratama Ambon La Masikamba (kedua kiri), yang diamankan oleh KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Ambon, tiba untuk menjalani pemeriksaan di Jakarta, Kamis (4/10). (Miftahul Hayat/Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tiga orang tersangka dari operasi tangkap tangan (OTT) di Direktorat Jenderal Pajak, wilayah Ambon-Papua. Mereka di antaranya Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Ambon La Masikamba, Pemeriksa Pajak KPP Pratama Ambon Sulimin Ratmin dan bos CV AT Anthony Liando.

"Meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan serta menetapkan tiga orang tersangka," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarief dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (4/10).

Syarief menduga, La Masikamba menerima suap terkait pengurangan nilai kewajiban pajak Wajib Pajak (WP) atas nama Anthony Liando, selaku pemilik CV AT. La Masikamba dan Sulimin diduga sebagai penerima, sementara Anthony sebagai pemberi.

Terima Suap dari Wajib Pajak, Anak Buah Sri Mulyani jadi Tersangka KPK
Petugas pemeriksa pajak Maluku-Papua Sulimin Ratmin (kedua kiri) diamankan oleh KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Ambon, tiba untuk menjalani pemeriksaan di Jakarta, Kamis (4/10). (Miftahul Hayat/Jawa Pos)

Menurut Syarief, La Masikamba dan Sulimin diduga membantu Anthony mengurangi kewajiban pajak WP Orang Pribadi (WP OP) pada 2016 di KPP Pratama Ambon senilai Rp 1,7 sampai Rp 2,4 miliar. Setelah melakukan komunikasi, kewajiban pajak Anthony kemudian menyepakati menjadi Rp 1,037 miliar.

"Atas kesepakatan tersebut terjadi komitmen pemberian uang sebesar Rp 320 juta yang diberikan bertahap," tuturnya.

Syarief kemudian merinci pemberian uang dari Anthony kepada La Masikamba dan Sulimin, yakni pada 4 September 2018 sebesar Rp 20 juta dari Anthony kepada Sulimin melalui rekening anaknya. Kemudian, pada 2 Oktober sebesar Rp 100 juta dari Anthony kepada Sulimin, dan sebesar Rp 200 juta akhir Oktober 2018 setelah surat ketetapan pajak diterima Anthony.

"Diduga selain pemberian tersebut, LMB (La Masikamba) juga menerima pemberian lainnya dari Anthony sebesar Rp 550 juta pada 10 Agustus 2018," urai Syarief.

Atas perbuatannya, Anthony yang diduga pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sebagai pihak diduga penerima, La Masikamba dan Sulimin disangkakan Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

(rdw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up