JawaPos Radar

Kemendag Segel Puluhan Ribu Besi Tidak Sesuai SNI

04/10/2018, 14:29 WIB | Editor: Dida Tenola
Kemendag Segel Puluhan Ribu Besi Tidak Sesuai SNI
Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan Feri Agrijono (tiga dari kanan) saat melakukan sidak di Toko Panca Ragam Baru, Kota Malang, Kamis (4/10) (Fisca Tanjung/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com- Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Toko Panca Ragam Baru, Kota Malang, Kamis (4/10). Di sana, mereka menemukan puluhan ribu batang besi baja yang tidak sesuai ukuran. Besi-besi tersebut tetap dijual meskipun tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). 

Petugas menemukan sekitar 29 ribu batang besi yang diameternya tidak sesuai SNI. Saat ini, besi-besi di toko yang berada di Jalan Kyai Tamin No 27, Sukoharjo, Klojen itu sudah disegel dengan garis polisi. 

Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan Feri Agrijono mengatakan, besi-besi tidak sesuai ukuran tersebut ditemukan saat pihaknya melakukan pengawasan secara berkala. Mereka memantau produk-produk yang telah dikenakan wajib SNI, salah satunya baja tulang beton. "Ini kami dapati bagian tulang beton. Seharunya ukuran 12 inch, tapi yang dijual itu 11,2 inch," katanya di sela-sela melakukan sidak.

Menurutnya, besi-besi yang dijual tersebut sudah diluar batas toleransi. "Itu membahayakan kalau dipakai di bangunan, katakanlah suatu bangunan butuh baja 12 inch, ternyata ukurannya dibawahnya. Kami mengantisipasi kejadian-kejadian misal ada gempa, ini kan gampang ambruk. Ini yang kami awasi," papar Feri.

Dia menjelaskan, pihaknya secara berkala melakukan pengawasan dalam rangka perlindungan terhadap konsumen. Sidak ini pun dilakukan untuk memberikan pembelajaran dan efek jera kepada pelaku. "Kami akan telusuri dari mana distributornya, atau siapa importirnya, kami akan segera berikan sanksi untuk melakukan penarikan barang. Dalam waktu seminggu usahakan bisa selesai," jelasnya.

Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian Pemkot Malang Diah Ayu Kusuma Dewi menerangkan, pada saat sidak ditemukan ketidaksesuaian ukuran besi yang dijual. "Besi yang dijual itu kan ada ukuran yang bisa diterima. Ternyata ditemukan oleh petugas pengawas, ukuran besi tidak bisa ditoleransi,”terangnya.

Selain besi berukuran 11,2 inch, petugas juga menemukan besi yang seharusnya berdiameter 10 inch malah dijual dengan diameter 8,3 inch. "Ada juga yang seharusnya 10 inch, dijual 9,5 inch," sambung Diah.

Dia mengungkapkan, ada sanksi tersendiri bagi pelaku. Yakni sesuai dengan UU Perlindungan Konsumen pasal 8 ayat 1 huruf a, terkait standart. Pelaku bisa terkena pidana dengan ancaman kurungan 5 tahun penjara serta denda Rp 2 Miliar. Sedangkan untuk pemilik toko, hanya diberi peringatan. "Sanksi untuk distributor, produsen, atau importir," tegasnya.

 

(fis/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up