JawaPos Radar

Kecewa, Pendukung Laporkan Ratna Sarumpaet Ke Polda Metro Jaya

04/10/2018, 13:54 WIB | Editor: Erna Martiyanti
Kecewa, Pendukung Laporkan Ratna Sarumpaet Ke Polda Metro Jaya
Merasa kecewa, pendukung malah laporkan Ratna Sarumpaet ke Polda Metro Jaya, Kamis (4/10). (Wildan Ibnu Walid/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kebohongan yang dilakukan oleh aktivis kemanusiaan Ratna Sarumpaet, membuatnya kehilangan kepercayaan dari publik. Bahkan para pendukungnya pun kini berbalik arah dan melaporkan Ratna Sarumpaet karena merasa menjadi korban kebohongan soal wajah lebamnya karena dianiaya orang tak dikenal.

Inisiator Komite Solidaritas Untuk Ratna Sarumpaet dan Demokrasi Kisman Latumakulita, melaporkan Ratna atas kasus kebohongan publik. Menurutnya, dia merupakan satu dari sekian banyak korban yang menggagas solidaritas dukungan kepada Ratna Sarumpaet.

"Teman-teman menggagas pertemuan Selasa (2/10) malam di Kawasan Menteng, dihadiri oleh ratusan. Awalnya, kami berempati dan bersimpati atas dugaan penganiayaan kepada Ratna. Akan tetapi, kekagetan luar biasa kami rasakan sore kemarin. Bu Ratna secara terbuka mengatakan, berbohong atas kabar penganiayaan itu," ujarnya saat hendak membuat laporan di SPKT Polda Metro Jaya, Kamis (4/10).

Kisman menuntut agar Ratna Sarumpaet segera divisum dan hasilnya menjadi alat bukti proses hukum atas perbuatannya menyebar berita kebohongan publik. Kasus tersebut dia percayakan kepada polisi untuk memproses penyelidikan.

Berita hoax soal wajah lebam tersebut, bukan akibat dari penganiayaan seperti yang diedarkan melalui media sosial. Melainkan Ratna sedang menjalani perawatan medis operasi plastik.

"Kami (awalnya) peduli sekali dengan Ibu Ratna. Peduli kepada seorang ibu yang (dikabarkan) dianiaya. Tapi, kalau dia membenarkan sebagai tindakan kebohongan, maka Ibu Ratna pun harus mempertanggung jawabkan perbuatannyanya," kata Kisman.

Laporan kasus kebohongan publik Ratna Sarumpaet kepada polisi tidak disertai dengan berkas-berkas bukti laporan. Alasannya, delik yang dilaporkan termasuk delik publik, bukan delik aduan.

"Sekarang kami baru laporan. Tapi, tidak perlu membawa bukti. Karena ini bukan delik aduan, tapi delik publik. Semuanya sudah tahu kasusnya, Ibu Ratna juga sudah mengakui. Polisi pun sudah punya bukti-buktinya," tegasnya.

Dari kasus Ratna Sarumpaet, dia berharap tidak ada lagi kasus serupa yang membuat kegaduhan politik yang disebabkan karena membuat dan menyebarkan berita bohong.

"Laporan ini tujuannya jangan sampai terjadi lagi berita bohong yang membuat kegaduhan politik luar biasa. Apalagi memasuki tahun politik seperti sekarang. Saling menuduh anak bangsa, saling nyinyir," tandasnya.

(wiw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up