JawaPos Radar

Bermodus Jual Tiket Asian Games, William Raup Keuntungan Rp 53 Juta

04/10/2018, 13:52 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Bermodus Jual Tiket Asian Games, William Raup Keuntungan Rp 53 Juta
Ilustrasi Asian Games 2018 (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Warga Tanjung Balai Sumatera Utara, William Sanjaya, 31 terpaksa diamankan Polda Metro Jaya usai menipu korbannya dengan modus menawarkan tiket closing ceremony Asian Games 2018. Tersangka mencari mangsa korban dengan modus menawarkan tiket yang dipesan melalui situs airasiafinal.id.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, pelaku  tindak pidana penipuan tersebut ditangkap jajaran Dit Krimsus Polda Metro pada Rabu (3/9) sekitar pukul 15.00 Wib di Jalan Karimata Jember, Jawa Timur.

"Modus operandi yang dilakukan tersangka WS ini menjual tiket opening ceremony melalui sebuah situs pada 1 September lalu. Kemudian di-follow up melalui pesan WA. Setelah itu, korban diminta membayar DP lebih dulu," ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (4/10).

Bermodus Jual Tiket Asian Games, William Raup Keuntungan Rp 53 Juta
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono (Dok. JawaPos.com)

Dari hasil kejahatannya, pelaku berhasil menggondol uang sebesar Rp 53 juta hanya dari menipu korban menjual tiket melalui media elektronik. Untuk mendapat tiket penutupan Asian Games, lanjut Argo mengatakan, tersangka WS meminta korban mentransfer sejumlah uang untuk down payment akun OVO milik tersangka.

Pelaku pun menjanjikan kepada korbannya akan memberikan tiket pada hari H acara penutupan Asian Games. Akan tetapi saat dihubungi korban, nomor tersangka tidak aktif dan tiket tidak diberikan kepada korban.

"Korban pun merasa dirugikan. Akhirnya melaporkan kepada pihak kepolisian. Laporan masuk ke polisi tanggal 4 September lalu oleh Tiara Puspitasari dan kawan-kawannya, kurang lebih 23 orang," kata Argo.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa satu lembar struk pembayaran uang kepada rekening milik tersangka, dua buah telefon genggam dan satu KTP milik tersangka.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 378 KUHP tindak pidana penipuan melalui media dan/atau pasal 28 ayat 1 jo pasal 45A ayat UU RI No 19/2016 tentang perubahan atas UU RI no 11 tahun 2008 tentang ITE.

"Pelaku sudah diamankan, dan terancam hukuman paling lama empat tahun," pungkas Argo.

(wiw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up