JawaPos Radar

Belajar Dari Gempa Palu, Ganjar: Alat Pendeteksi Bencana Jangan Dicuri

04/10/2018, 13:28 WIB | Editor: Dida Tenola
Belajar Dari Gempa Palu, Ganjar: Alat Pendeteksi Bencana Jangan Dicuri
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (Tunggul Kumoro/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo meminta semua pihak turut menjaga perangkat Early Warning System (EWS) yang terpasang di perairan laut selatan. Hal itu tak terlepas dari status Jawa Tengah sebagai daerah rawan bencana, termasuk ancaman tsunami.

"Banyak alat EWS yang hilang di Indonesia. Saya minta tolong betul jangan diambil, tapi dipelihara bareng, kita jaga. Di (perairan) selatan kami pasang semua," tegasnya saat dijumpai di komplek kantor gubernur, Semarang, Kamis (4/10).

Penggunaan EWS di Jateng dimulai pasca terjadinya bencana tsunami di Cilacap 2006 silam. Selait itu, pemasangan EWS juga berkaca pada peristiwa serupa di Aceh tahun 2004.

Ganjar melanjutkan, pemasangan alat sistem peringatan dini sebagai bagian dari upaya mitigasi di beberapa titik lokasi rawan bencana. Sehingga, saat  terjadi bencana, korban bisa diminimalisir semaksimal mungkin.

"Jangan dicuri alat-alat pendeteksi bencana itu. Biarkan di tempatnya agar kalau ada bencana dapat berfungsi. Kan sudah dilihat sendiri, bagaimana bencana misalnya tsunami di Palu yang ngeri seperti itu. Masyarakat harus mau menjaga bareng-bareng,” harapnya politisi asal PDIP tersebut.

Lebih lanjut lagi, Ganjar mengungkapkan bahwa Pemprov Jateng juga sedang merencanakan upaya kerja sama dengan Jepang. Khususnya soal mitigasi bencana. Pasalnya, negeri Matahari Terbit itu dinilai sudah banyak makan asam garam tentang kebencanaan dan penanganannya.

"Ini kami lagi menyusun RPJMD (Rencana Pembangunan Jangkan Menengah Daerah), kami minta kepada para pakar. Saya minta dikasih ilmu yang cukup untuk bisa membangun Jawa Tengah dengan aman dari bencana," tegas Ganjar.

 

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up