JawaPos Radar

Hari kelima Pasca-Tsunami Palu, Bau Mayat Mulai Merebak

04/10/2018, 13:20 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
gempa, tsunami, sulteng, gempa sulteng, gempa sulawesi tengah,
Laporan dari Palu mengatakan, ada bau tajam dari mayat-mayat yang mulai membusuk saat petugas mulai mengubur mayat-mayat korban di kuburan masal (SCMP)
Share this image

JawaPos.com – Memasuki hari kelima pasca-Tsunami Palu kemarin, (3/10), pihak berwenang dan pekerja bantuan berjuang untuk mencapai daerah-daerah yang terkena dampak yang tidak dapat diakses oleh infrastruktur yang rusak. Dilansir dari Al Jazeera pada Rabu, (3/10), sekitar 300 korban dievakuasi naik pesawat dengan pesawat Hercules C-130 ke Makassar, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Selatan. 

Korban yang dievakuasi dipriorotaskan untuk mereka yang terluka. "Evakuasi berlangsung teratur dan tidak ada kepanikan. Tapi mereka jelas terlihat  sudah lelah dan stres," kata kontributor Al Jazeera Ted Regencia.

Di luar Bandara Mutiara Al Jufri Palu, ratusan korban lainnya berkemah, beberapa menerima perawatan medis, yang lain menunggu kesempatan untuk dievakuasi.

gempa, tsunami, sulteng, gempa sulteng, gempa sulawesi tengah,
Dengan jalan yang terputus oleh tanah longsor dan jembatan besar yang rusak, akses fisik tetap menjadi tantangan nyata. Listrik mati, telekomunikasi mati (Reuters)

Juru Bicara BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, tim penyelamat berpacu dengan waktu untuk menemukan siapapun yang masih hidup. Lebih dari 65.000 rumah telah rusak dan setidaknya 60.000 orang mengungsi dan membutuhkan bantuan darurat, menurut pemerintah. PBB mengatakan sebanyak 200 ribu orang sangat membutuhkan pasokan bantuan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta bala bantuan dalam pencarian korban yang selamat, dengan mengatakan, semua orang harus ditemukan. Laporan awal dari tim penyelamat Palang Merah yang mencapai pinggiran Donggala sangat mengerikan. 

"Situasi di daerah yang terkena bencana adalah mimpi buruk," Jan Gelfand, Kepala Kantor International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) di Jakarta.

"Kota Palu telah hancur dan laporan pertama dari Donggala mengindikasikan bahwa kota itu juga telah dilanda oleh bencana ganda yakni gempa dan tsunami yang parah," ujarnya.

Andrew Thomas dari Al Jazeera yang melaporkan dari Palu mengatakan, ada bau tajam dari mayat-mayat yang mulai membusuk saat petugas mulai mengubur mayat-mayat korban di kuburan masal. "Tidak semua mayat telah dikubur, saya dapat mengatakan hal itu dari bau yang saya temui ketika kami turun ke permukaan laut," katanya. 

Dengan jalan yang terputus oleh tanah longsor dan jembatan besar yang rusak, akses fisik tetap menjadi tantangan nyata. Listrik mati, telekomunikasi mati. Bagi banyak orang, prioritas pertama mereka adalah menemukan keluarga. 

Muzair, seorang warga di lingkungan Petobo di Palu, mengatakan lima kerabatnya masih hilang. Anak-anak dilaporkan muncul sendirian di pusat-pusat kesehatan, mencari orangtua mereka. 

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up