JawaPos Radar

Kasus Ratna Sarumpaet Dinilai Tak Terlalu Rugikan Prabowo

04/10/2018, 12:16 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Zamzani A Karim
Pengamat Politik Stisipol Raja Haji Tanjungpinang Zamzani A Karim. (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Kasus penganiayaan terhadap aktivis Ratna Sarumpaet ternyata hanya kabar bohong alias hoax. Hal itu tentu merugikan kubu Calon Presiden Prabowo Subianto. Pasalnya, Ratna masuk dalam Tim Pemenangan Prabowo-Sandi. Namun kasus tersebut dinilai tidak berdampak signifikan pada pergeseran dukungan masyarakat.

Pengamat Politik Stisipol Raja Haji Tanjungpinang Zamzani A Karim mengatakan, masyarakat sudah terlanjur mengerucut pada masing-masing kubu. Kerugian yang dialami lebih kepada kemunduran program. Sebab tim Prabowo-Sandi harus melepaskan diri dari Ratna Sarumpaet.

Lain ceritanya jika Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 menghadirkan lebih dari dua pasangan calon. Kemungkinan adanya alternatif pilihan cukup besar. "Masyarakat sudah terlanjur terbelah menjadi dua kubu. Berapa besar yang akan bergeser karena kasus ini, sulit diprediksi," kata Zamzani, Kamis (4/10).

Zamzani menilai, apa yang dilakukan tim Prabowo-Sandi sudah tepat. Jika hal tersebut tidak segera dilaksanakan, bukan tidak mungkin prediksi tidak signifikannya kasus ini terhadap pergeseran dukungan bisa terpatahkan.

Zamzani juga meyakini kalau isu manipulasi ini masih akan menjadi bahan politisasi untuk mempengaruhi masyarakat. Yang pasti masing-masing tim akan mencari cara politisasi terhadap pengakuan Ratna Sarumpaet. "Kita lihat saja nanti ada berbagai narasi baru untuk menjadikan Ratna Sarumpaet sebagai biang hoax. Ini bisa merugikan siapa saja," tutur Zamzani.

Lebih jauh, Zamzani menambahkan bahwa dinamika politik yang berkembang saat ini bukan perkara baru. Sebelumnya upaya memenangkan persaingan politik dengan cara-cara serupa sudah banyak terjadi. Negara tetangga Malaysia adalah salah satu contohnya.

Menurut Zamzani, kampanye di Malaysia juga dilakukan dengan cara-cara menghujat dan saling mencibir masing-masing pendukung. Jika dikaitkan dengan niat baik menghadirkan pemilu damai, apa yang baru saja terjadi tentu sama sekali tidak mendukung upaya tersebut.

"Pemilu damai akan terlaksana jika publik atau pemilih bersikap rasional. Sebaliknya, akan sulit jika pemilihnya emosional. Jadi kondisi saling mengolok itu tidak terelakkan," paparnya.

(bbi/JPC)

Alur Cerita Berita

Polisi Bakal Periksa Ratna Sarumpaet 04/10/2018, 12:16 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up