JawaPos Radar

OTT Lagi, KPK Tangkap Wali Kota Pasuruan

04/10/2018, 10:56 WIB | Editor: Kuswandi
Penyidik KPK
ILUSTRASI: Penyidik KPK saat sedang melakukan penggeledahan (Teguh/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Usai melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Ambon, Provinsi Maluku, tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi dikabarkan kembali melakukan operasi senyap. Kali ini operasi kedap kembali dilakukan di wilayah Jawa Timur.

Berdasarkan informasi yang dihimpun JawaPos.com, tim satgas penindakan lembaga antirasuah dikabarkan mengamankan sejumlah pejabat di Pemerintah Kota Pasuruan. Adapun salah pihak yang diamankan yakni wali kota Pasuruan berinisial S. selain itu, tim juga menciduk beberapa pihak lain yang diduga terlibat dalam dugaan perkara suap-menyuap tersebut.

"Benar wali kota diamankan," kata sumber penegak hukum di KPK yang enggan disebutkan namanya kepada JawaPos.com, di Jakarta, Kamis (4/10). Hal senada juga dibenarkan Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera.

Gedung KPK
Gedung KPK Merah Putih (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

Dia mengatakan, memang ada OTT di Pasuruan. Sebuah ruangan di Mapolres Pasuruan juga sedang dipakai KPK. "Ya kami memang cuma meminjamkan ruangan. Dipakai untuk memeriksa wali kota Pasuruan," kata Barung ketika dikonfirmasi JawaPos.com.

Kendati membenarkan, Barung tidak menjelaskan secara detail soal kasus yang menjerat wali kota Pasuruan. "Pemeriksaannya seperti apa, itu wewenangnya KPK. Kami cuma sebatas membantu meminjamkan ruangan," tambah alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1992 tersebut.

Terpisah, dikonfirmasi perihal adanya OTT ini, Juru Bicara KPK Febri Diansyah belum bisa menjelaskan secara rinci. Sebab dirinya mengaku belum mendapatkan informasi utuh perihal adanya kegiataan yang dilakukan di direktorat penindakan. "Nanti ya saya pastikan dulu informasinya," katanya ketika dikonfirmasi.

Sementara itu, usai diamankan sejumlah pihak yang terjaring OTT kini wali kota Pasuruan tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres setempat, sebelum dibawa ke markas KPK di Jakarta.

(ce1/ipp/HDR/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up