JawaPos Radar | Iklan Jitu

Gempa Sulawesi Tengah

Jenazah Mulai Membusuk, MUI bakal Bahas Fatwa Membakar Mayat

04 Oktober 2018, 10:41:11 WIB
Gempa Sulawesi Tengah
Salah satu rumah di Palu, Sulawesi Tengah ambruk usai diguncang gempa Jumat kemarin. Data BNPB, total korban meninggal mencapai 1000 orang lebih. Hampir sepekan pasca gempa, masih banyak jenazah yang belum dievakuasi. (Dok. ACT/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Jumlah korban meninggal bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah telah mencapai ribuan. Merujuk data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), total korban lebih dari 1.400 orang.

Hampir sepekan bencana melanda, saat ini jenazah yang belum dikubur mulai membusuk.
Jenazah yang mulai membusuk tersebut, berpotensi menimbulkan penyakit.

Saat ini beredar kabar alternatif untuk membakar jenazah. Tujuannya untuk mencegah merebaknya penyakit, di antaranya adalah kolera.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan, sampai saat ini MUI belum pernah mengeluarkan fatwa terkait pembakaran jenazah. Meskipun begitu MUI memiliki fatwa penanganan darurat jenazah korban bencana.

"Kami akan bahas itu (fatwa penanganan darurat jenazah dengan cara dibakar, Red). Apalagi mayat yang sudah hancur, berpotensi menimbulkan penyakit," kata Ketua Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme (BPET) MUI itu di Jakarta Kamis (4/10).

Meskipun begitu MUI tidak bisa melarang adanya opsi membakar jenazah yang sudah hancur. Tetapi dia menegaskan pada prinsipnya penanganan jenazah harus sebaik-baiknya.

Dia juga mengatakan menyelamatkan yang hidup, bukan berarti tidak menghormati yang sudah mati.

Zainut mengatakan dalam kondisi darurat, pemakaman jenazah juga bisa dilakukan tidak sesuai syariah. Seperti jenazah dikubur secara massal tanpa perlu dikafani, disolati, atau bahkan dimandikan. Selain itu di dalam liang kuburan masal, jenazah laki-laki dan perempuan boleh dicampur.

Sebelumnya terkait bencana di Palu dan sekitarnya itu Zainut mengatakan MUI mengimbau masyarakat menggalang solidaritas nasional. "Masyarakat bahu membahu, gotong royong, dan mendukung saudara sesama bangsa Indonesia yang terkena musibah," katanya usai membuka seminar nasional Badan Penanggulangan Ekstremisme Terorisme (BPET) MUI di Jakarta Rabu (3/10).

Kemudian MUI juga pemerintah mengambil langkah darurat. Seperti mengurus janazah sebaik-baiknya, menjamin ketersediaan air bersih, kecukupan bahan makanan, dan kelayakan titik pengungsian. Selain itu juga menyiapkan tenaga medis dan obat-obatan yang mencukupi.

Data dari BNPB per 3 Oktober Pukul 13.00 WIB menyebutkan jumlah korban meninggal paling banyak ada di Palu. Yakni mencapai 1.177 orang.

Kemudian disusul Kabupaten Donggala sebanyak 153 orang. Lalu di Kabupaten Sigi sebanyak 65 orang dan di Kabupaten Parigi Moutong berjumlah 12 orang.

Selain itu jumlah pengungsi ada 70.821 orang yang tersebar di 141 titik. Lalu ada 65.733 rumah rusak. Sedangkan jumlah korban yang menjalani perawatan ada 2.549 orang.

Editor           : Imam Solehudin
Reporter      : (wan/JPC)

Alur Cerita Berita

Napi Lapas Palu Serahkan Diri ke Rutan Solo 04 Oktober 2018, 10:41:11 WIB
RSU UMM Kirim Empat Tenaga Medis ke Donggala 04 Oktober 2018, 10:41:11 WIB
PMI Dirikan Klinik Lapangan di Donggala 04 Oktober 2018, 10:41:11 WIB
Pencarian Korban Gempa Sulteng Dihentikan 04 Oktober 2018, 10:41:11 WIB
Korban Tewas Gempa Sulteng Capai 2.037 Orang 04 Oktober 2018, 10:41:11 WIB
3 Daerah di Sulteng bakal Dibangun Monumen Gempa 04 Oktober 2018, 10:41:11 WIB
Usai Gempa Sulteng, Polri Aktifkan Layanan 04 Oktober 2018, 10:41:11 WIB
Kelangkaan BBM Mulai Teratasi 04 Oktober 2018, 10:41:11 WIB
UNS Siap Tampung Mahasiswa Korban Gempa Sulteng 04 Oktober 2018, 10:41:11 WIB
Akses ke Palu Makin Mudah 04 Oktober 2018, 10:41:11 WIB
Pasar Manonda Palu Kembali Bergeliat 04 Oktober 2018, 10:41:11 WIB
Jokowi Kerahkan Psikolog ke Sulteng 04 Oktober 2018, 10:41:11 WIB
73 Pengungsi Asal Palu Tiba di Malang 04 Oktober 2018, 10:41:11 WIB
Penyebar Hoax Soal Gempa Sulteng Ditangkap 04 Oktober 2018, 10:41:11 WIB
Gempa Sulteng, 2.736 Sekolah Rusak 04 Oktober 2018, 10:41:11 WIB
Gempa Sulteng, Pemprov Jateng Kirim 100 Relawan 04 Oktober 2018, 10:41:11 WIB
Polres Malang Kota Galang Dana Setiap Apel Pagi 04 Oktober 2018, 10:41:11 WIB
Pemprov Sumsel Akan Sumbang Beras ke Sulteng 04 Oktober 2018, 10:41:11 WIB
TNI Kirim Tiga Pesawat ke Palu 04 Oktober 2018, 10:41:11 WIB
Gempa Sulteng, Jateng Siap Kirimkan Tenaga Medis 04 Oktober 2018, 10:41:11 WIB
Alasan Korban Gempa Sulteng Menjarah Minimarket 04 Oktober 2018, 10:41:11 WIB
Bulog Kirim 5 Ton Daging ke Palu dan Donggala 04 Oktober 2018, 10:41:11 WIB
800 Kg Rendang untuk Korban Gempa Sulteng 04 Oktober 2018, 10:41:11 WIB
UAS Pimpin Salat Gaib untuk Korban Gempa Sulteng 04 Oktober 2018, 10:41:11 WIB
Tangani Gempa Sulteng, Diperlukan Triliunan Dana 04 Oktober 2018, 10:41:11 WIB
Jumlah Pengungsi di Kota Palu Capai 16.723 Orang 04 Oktober 2018, 10:41:11 WIB
Tsunami Sulteng Tingginya Mencapai 6 Meter 04 Oktober 2018, 10:41:11 WIB
Korban Gempa Palu: Tolong Doakan Kami! 04 Oktober 2018, 10:41:11 WIB
BNPB: Mayoritas Gempa Terjadi Saat Akhir Pekan 04 Oktober 2018, 10:41:11 WIB
Tsunami di Palu Disebabkan Karena Dua Faktor 04 Oktober 2018, 10:41:11 WIB
BNPB: Jalur Darat Palu ke Poso Lumpuh 04 Oktober 2018, 10:41:11 WIB
Takut Gempa Susulan, Warga Palu Tidur di Jalanan 04 Oktober 2018, 10:41:11 WIB
48 Korban Meninggal Dunia Gempa Sulteng 04 Oktober 2018, 10:41:11 WIB
TNI Kirim 6 Ton Alkes ke Sulteng 04 Oktober 2018, 10:41:11 WIB
Jokowi Terus Pantau Gempa dan Tsunami di Sulteng 04 Oktober 2018, 10:41:11 WIB
Gempa Susulan Masih Terjadi di Donggala 04 Oktober 2018, 10:41:11 WIB
BMKG Cabut Status Potensi Tsunami Gempa Donggala 04 Oktober 2018, 10:41:11 WIB
Gempa Donggala, 1 Warga Meninggal Dunia 04 Oktober 2018, 10:41:11 WIB
Gempa 5,9 SR Guncang Donggala, Warga Berhamburan 04 Oktober 2018, 10:41:11 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up