JawaPos Radar

Cyber Indonesia Laporkan Sejumlah Tokoh Terkait Kasus Ratna Sarumpaet

04/10/2018, 09:25 WIB | Editor: Erna Martiyanti
Cyber Indonesia Laporkan Sejumlah Tokoh Terkait Kasus Ratna Sarumpaet
Cyber Indonesia melaporkan sejumlah tokoh termasuk Prabowo dan Sandiaga Uno terkait kasus Rata Sarumpaet (Miftahul Hayat/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Berita bohong atao hoax mengenai dugaan penganiayaan yang dialami oleh aktivis hak asasi manusia (HAM) Ratna Sarumpaet berbuntut panjang. Sejumlah pihak pun melaporkan penyebaran berita bohong itu ke kepolisian.

Salah satu yang pihak melaporkan ke Polda Metro Jaya yakni Cyber Indonesia. Tak hanya Ratna Sarumpaet, ada beberapa nama lainnya yang dilaporkan juga. Mereka dianggap ikut menyebarkan hoax terkait dugaan penganiayaan itu.

Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid mengatakan, pihaknya telah resmi melaporkan berita bohong ini. Laporan itu bernomor LP/5315/X/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus.

"Kami telah laporkan beberapa akun medsos, di antaranya juga sejumlah tokoh terkait pernyataan Prabowo di media kemarin malam. Itu kami jadikan barang bukti dan beberapa media online juga kami jadikan barbuk, Sandi juga sama," ucap Muannas, Rabu (3/10).

Atas adanya kejadian ini, dirinya meminta kepada pihak-pihak tertentu khususnya pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga untuk lebih berhati-hati. Selain itu juga diharapkan bisa menjaga situasi politik jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.

"Diharapkan jadi pembelajaran, apalagi para tokoh terlibat pilpres. Ini menunjukkan integritas pemimpin itu sangat dibutuhkan," kata dia.

Nama-nama yang jadi terlapor adalah Ratna Sarumpaet, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon; Koordinator Juru Bicara Tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak; Politikus Partai Gerindra, Rachel Maryam; Habiburokhman; elite Demokrat, Ferdinand Hutahean; serta Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Tak tampak ada nama anak mantan Ketua MPR Amien Rais, Hanum Rais, dan nama Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Nanik S Deyang.

Para terlapor diduga melanggar Pasal 28 ayat 2 Juncto Pasal 45 ayat 2 dan atau Pasal 35 Juncto Pasal 51 ayat 1 Undang Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektonik. Pelapor juga memasukkan Pasal 14 dan atau Pasal 15 Undang Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Sebagaimana diketahui, polemik mengenai benar tidaknya Ratna Sarumpaet dianiaya berakhir pada Rabu (3/9). Setelah bungkam sejak dugaan penganiayaan itu mencuat Selasa (2/9), sore tadi Ratna akhirnya buka bicara. Secara mengejutkan, Ratna mengakui tidak ada penganiayaan terhadap dirinya. Dia meminta maaf telah membuat hoax.

Dalam konferensi pers yang digelar rumahnya kawasan Kampung Melayu Kecil, Ratna Sarumpaet mengatakan lebam wajahnya bukan akibat penganiayaan. Tetapi, karena melakukan sedot lemak di bagian pipi kiri di Rumah Sakit Khusus Bedah Bina Estetika.

Dalam konfrensi pers selama 13 menit itu, Ratna menyampaikan permohonan maafnya sambil menahan tangis yang keluar dari matanya. Dia meminta maaf sebesar-besarnya kepada semua pihak, terutama pada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais, yang kecewa akibat hoax yang dia ciptakan.

(ce1/wiw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up