JawaPos Radar

Akses ke Palu Makin Mudah

Oleh Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan

04/10/2018, 10:05 WIB | Editor: Ilham Safutra
Akses ke Palu Makin Mudah
Pengungsi mendarat di Bandara Sam Ratulangi yang diberangkatkan dari Palu dengan pesawat Hercules (Reza Mangantar/ Manado Post/ JPG)
Share this image

JawaPos.com - Bencana di Sulawesi Tengah memerlukan akses transportasi yang baik untuk mengantarkan bantuan dan mobilisasi orang. Kementerian Perhubungan berusaha membuka akses tersebut.

Sektor transportasi udara, laut, dan darat berusaha dijalankan meski kondisi lapangan penuh keterbatasan.

Akses ke Palu Makin Mudah
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (Charlie Lopulua/Indopos/Jawa Pos)

Saya sudah ada di Palu sejak hari kedua pascagempa dan tsunami. Sejak hari itu sudah ada evaluasi sektor perhubungan. Selanjutnya dilakukan perbaikan untuk melancarkan konektivitas dari dan menuju Palu.

Perbaikan konektivitas dimulai dari sektor udara. Selain penerbangan untuk misi kemanusiaan dengan pesawat yang dimiliki TNI, mulai 1 Oktober penerbangan umum sudah bisa dilakukan. Ada dua maskapai yang pada tanggal itu terbang, yakni Garuda Indonesia dan Wings Air. Rutenya dari Makassar ke Palu. Pada 2 Oktober disusul NAM Air yang mendarat di Bandara Mutiara SIS (Sayid Idrus Salim) Al Jufri, Palu. Ke depan tentu akan ada perbaikan lagi.

Pelabuhan Pantoloan di Palu juga sudah bisa beroperasi. Sejak 2 Oktober pelabuhan tersebut menjadi pintu masuk logistik maupun penumpang. Pelabuhan itu menjadi pintu saat masyarakat Palu tidak bisa diberangkatkan dengan pesawat. Pelabuhan Pantoloan memiliki luas 550 meter persegi. Dengan luasan itu, kapal-kapal besar bisa merapat.

Hari ini (kemarin, Red) ada kapal dari Kementerian Perhubungan yang merapat. Masing-masing membawa muatan 20 ton. Kabarnya, KRI Ahmad Yani dan KRI Makassar juga akan merapat. Kapal tersebut bisa mengangkut 1.200 penumpang. Kapal dari Pelni dan ASDP juga siap bergabung. Saya berharap konektivitas menjadi lebih baik.

Di sektor darat, selain ASDP, ada bus Damri. Pemerintah menyediakan 19 bus Damri. Masyarakat bisa mengakses bus itu secara gratis. Selain untuk mengangkut orang, bus Damri digunakan untuk membawa bantuan logistik masuk Palu. Kami bekerja sama dengan Polri dan TNI untuk mengawal perjalanan.

Dalam hal konstruksi, sesuai perintah presiden, akan dilakukan perbaikan secara cepat. Perbaikan di landasan Bandara Mutiara SIS Al Jufri dibagi menjadi dua tahap. Hal itu sesuai dengan hasil evaluasi. Ada dua tempat yang rusak. Pertama, landasan sisi 33 mengalami kerusakan cukup parah sepanjang 300 meter. Kedua, sisi 15 mengalami kerusakan sepanjang 250 meter. Kini runway yang bisa digunakan hanya sepanjang 2.000 meter.

Perbaikan pada sisi 15 ditarget selesai dua hingga sepuluh minggu ke depan. Jika sudah diperbaiki, panjang runway akan mencapai 2.250 meter. Dengan panjang tersebut, pesawat jenis Airbus A320 dan Boeing 737 bisa mendarat.

Sementara itu, perbaikan pada sisi 33 akan dilakukan hingga tiga bulan ke depan. Ketika seluruh landasan selesai, tentu penerbangan akan lebih leluasa. Sedangkan untuk konstruksi sarana perhubungan yang lain, tidak ada kerusakan berarti. Kerusakan di beberapa pelabuhan akan diselesaikan dengan cepat. Namun, aktivitas perbaikan tidak akan mengganggu keluar masuknya kapal. 

(Disarikan Ferlynda Putri dari hasil konferensi pers Budi Karya Sumadi/c9/oni)

Alur Cerita Berita

Kelangkaan BBM Mulai Teratasi 04/10/2018, 10:05 WIB
Akses ke Palu Makin Mudah 04/10/2018, 10:05 WIB
Pasar Manonda Palu Kembali Bergeliat 04/10/2018, 10:05 WIB
Jokowi Kerahkan Psikolog ke Sulteng 04/10/2018, 10:05 WIB
Gempa Sulteng, 2.736 Sekolah Rusak 04/10/2018, 10:05 WIB
TNI Kirim Tiga Pesawat ke Palu 04/10/2018, 10:05 WIB
TNI Kirim 6 Ton Alkes ke Sulteng 04/10/2018, 10:05 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up